Kamis, 16 Juni 2011

Iman Kristen


Oleh : Pdt. D. Sampeliling, STh.
(Gembala Sidang GPSDI Efata - Ambon)

I. Defenisi Iman.
Iman ialah sikap yang di dalamnya seseorang melepaskan andalan pada segala usahanya sendiri untuk mendapatkan keselamatan, entah itu kebajikan, kebaikan susila atau apa saja, kemudian sepenuhnya mengandalkan Yesus Kristus, dan mengharap hanya dari Dia segala sesuatu yang dimaksud oleh keselamatan.
Dengan kata lain :
“Iman ialah mengerahkan diri sepenuhnya kepada Yesus Kristus dan mengandalkan serta mengharapkan hanya dari Dia satu-satunya sumber untuk memperoleh keselamatan”.


II. Arti Kata Iman

A. Dalam Perjanjian Lama
Kata “emun” dalam bahasa Ibrani.
Ulangan 32:20;
“Sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai “kesetiaan”.
Pada ayat ini “emun” atau “iman” diterjemahkan “kesetiaan”. Jadi beriman pada ayat ini berarti “setia kepada Tuhan”.
Habakuk 2:4 ;
“Sesungguhnya, orang yang membu-sungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu hidup oleh “percayanya”.
Pada ayat ini “emun” atau “iman” diterjemahkan, “percaya”. Jadi beriman pada ayat ini berarti “percaya kepada Tuhan”.

Kata “batakh” dalam bahasa Ibrani.

Mazmur 26:1,
“Berilah keadilan kepadaku, ya Tuhan, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada Tuhan aku percaya dengan tidak ragu-ragu”.

Mazmur 37:3-4,
“Percayalah kepada Tuhan dan laku-kanlah yang baik...... dan bergembiralah kepada Tuhan; maka Ia akan mem-berikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu”.

Amsal 3:5,
“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri”.
Pada ketiga ayat tersebut di atas, kata “batakh” atau “iman” semuanya diter-jemahkan ; “percaya” artinya : “percaya kepada Tuhan”.
Jadi dalam Perjanjian Lama : “Iman” artinya “percaya dan setia kepada Tuhan”.

B. Dalam Perjanjian Baru.
Kata “Pisteno”.
Yohanes 3:16,
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal supaya setiap orang yang “percaya kepada-Nya” tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kisah Rasul 16:3,
“Jawab mereka : percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

Yohanes 5:24,
“Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan “percaya” kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”

“Pisteno” atau “iman” pada ayat-ayat di atas diterjemahkan : “percaya”. Jika kata “pisteno” disusuli kata “eis”, maka arti harfiahnya adalah : “percaya ke dalam” maksudnya ialah iman yang mengeluarkan seseorang dari dalam dirinya sendiri dan menaruh dirinya di dalam Kristus. Pengalaman ini juga disebut “kesatuan dengan Kristus melalui iman”.
Jadi dalam Perjanjian Baru :
“Iman” artinya : “menyerahkan diri sepe-nuhnya kepada Yesus Kristus tanpa syarat dengan memautkan seluruh kepercayaan hanya kepada-Nya untuk memperoleh anugerah keselamatan melalui karya penebusan yang dikerjakan-Nya”.

III. Sumber Iman

A. Iman adalah karunia Tuhan.
Roma 12:3,
“Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Tuhan kepada kamu masing-masing”.

I Korintus 12:9,
“Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain, Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan”.

Filipi 1:29,
“Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus me-lainkan juga untuk menderita untuk Dia”.

Kisah Rasul 14:23,
“..... mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka”.

B.Iman dikaruniakan melalui mendengar Firman Tuhan.

Roma 10:17,
“Jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus”.

Yohanes 4:41-42,
“Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, dan mereka berkata kepada perempuan itu : “kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kau katakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dia-lah benar-benar juruselamat dunia”.
Bandingkan Yohanes 8:30; 17:20, Kisah Rasul 4:4; 11:20-21; 13:47-48; 14:1; 18:8.

C. Iman dikaruniakan melalui melihat tanda dan mujizat.

Yohanes 2:1-11,
“Hal itu disebut Yesus di Kana yang di Galiela, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya, dan dengan itu, Ia telah menyatakan kemulian-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya”.
Bandingkan Yohanes 4:53; 7:31; 9:35-38; 11:45; 12:11.


IV. Fungsi Iman
A. Untuk memperoleh keselamatan.

Kisah Rasul 16:30-31,
“Ia mengantar mereka keluar, sambil berkata : “tuan-tuan apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?” Jawab mereka : ”percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu”.

Yohanes 3:16,
“.......setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Yohanes 8:24,
“....... sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu”.

Jadi iman ialah satu-satunya jalan yang melaluinya manusia menerima anugerah keselamatan.

B. Untuk memperoleh pembenaran.

Sebenarnya tidak mungkin seseorang berdosa diselamatkan sebelum dibenarkan, sehingga jika seseorang sudah diselamatkan, dipastikan ia sudah dibenarkan. Tapi untuk menekan fungsi iman, maka bagian ini perlu dituliskan. “dibenarkan” artinya : dibebaskan dari tuntutan, dinyatakan benar atau tidak bersalah.

Roma 3:28, 30,
“Karena kami yakin, manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat”.
“Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman maupun orang-orang tidak bersunat juga karena iman”.

Galatia 2:16,
“Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya kerena iman dalam Kristus Yesus”.

Mengapa manusia hanya dapat dibenarkan karena iman dalam Kristus Yesus, dan bukan karena melakukan hukum Taurat? Karena manusia tidak sanggup melakukan hukum Taurat secara sempurna.
Dikatakan : “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya”. (Yakobus 2:10).
Hanya Yesus Kristuslah yang sanggup melakukan hukum Taurat itu secara sempurna sehingga hanya Dialah yang benar dan sekaligus berkuasa membenarkan orang-orang yang beriman kepadaNya.

II Korintus 5:21,
“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”.
Artinya Yesus Kristus yang tidak berdosa itu mengenakan keberdosaan kita pada diriNya sendiri dan bersama pula dengan itu Ia mengenakan kebenaran diriNya sendiri kepada kita sehingga kita menjadi benar oleh kebenaranNya itu melalui iman kita kepadaNya. Dan sebagai akibat dari pembenaran itu ialah :
1. kita hidup damai dengan Tuhan.
2. mempunyai pengharapan akan menerima kemuliaan.
Baca : Roma 5:1-2; 8:30.

C. Melihat apa yang tidak kelihatan

Ibrani 11:27,
“Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan”.
Bandingkan : Ibrani 11:3; Yohanes 20:29.

D. Dasar pengharapan dan lain-lain.

Ibrani 11:1,
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan ......
Bandingkan Roma 4:17-21.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar