Pages
Label
- KHOTBAH
- EKSPOSITORY
- SIAU
- OBJEK WISATA
- Artikel
- HERMENEUTIK
- Serba-Serbi
- DESDM
- KOTA BITUNG
- PENDALAMAN ALKITAB
- BENDA CAGAR BUDAYA
- JADUL
- Lagu Daerah SATAS
- Memimpin Ibadah Umum
- Puisi
- HOMILETIKA
- Kesaksian
- KATA SAMBUTAN
- KEC. SIBARSEL
- ALAT TABERNAKEL
- CERITA RAKYAT
- MENARA
- MINAHASA
- DOA
- NATAL
- PAHLAWAN
- PASTORAL KONSELING
- SASTRA
- GUNUNG API
- KORPRI
- LAGU POP INDONESIA
- PERHUBUNGAN
- POP JAPANESE
- Para Martir
- CATUR
- Flora dan Fauna Siau
- KELUARGA DANDEL
- LAGU NASIONAL
- LITURGI
- Lagu - Lagu Rohani
- Memimpin Pujian
- NEWS
- PEMILU
- TANAMAN OBAT
- TEMPAT IBADAH
Minggu, 14 Agustus 2022
Lagu Daerah Sangir Siau dan Talaud 6
Minggu, 20 Desember 2020
Lagu - Lagu Daerah Sangir, Siau dan Talaud 5
ANA U NAPENE U ROSA
INANG YAMANGKU I KUKENDAGE
TADEAE I KAMI ANAU MAKOA MAPIA
TUHU SU KAPULUNG U MAWU
ANA U NAPENE U ROSA
MADIDI MUDARINGIHE GAGHURANG
NEBATU KAPULUNG KAMI SU DUNIA INI
TENTANG KO KAWASA SI SIA
UH UH .... OH MAWUKU OH RUATUKU OH MAWU
UH UH .... ABE TENTANG ELANGU
ELANGU ELANGU NAPENE U ROSA
Rabu, 12 Juni 2013
MEMBEDAH SEJARAH TEMPOE DOELOE LEWAT LAGU TRADISIONAL MASYARAKAT SIAU (Khususnya Masyarakat di Kec. Siau Barat Selatan).
Oleh : Fredrik Dandel, ST.
Kisah yang diceritakan secara lisan seringkali diabadikan lewat syair-syair lagu. Umumnya syair lagu tersebut syarat dengan makna sejarah atau peristiwa yang dialami oleh masyarakat waktu itu. Seperti halnya syair dalam lagu berikut :
Nakataku si kami lima
Nikarusang u pamo
Palhiangheng e napapedi
Senggo e naghaghede
Pundalhe simbua nailang
Pundalhe simbua nailang
Pundalhe simbua nailang
Nikerea su Sawang u patung.
Lirik lagu diatas, menceritakan tentang suatu peristiwa yang menimpa lima orang yang pastinya berasal dari P. Siau. Dalam suatu perjalanan pelayaran mereka mengalami kerusakan Pamo (salah satu alat transportasi tradisional). Kerusakan tersebut rupanya amatlah hebat, sebab yang mungkin terjadi adalah karena terjangan ombak angin barat yang terkenal ganas, sehingga menyebabkan rusaknya penahan sema-sema (paliahenge napapedi), layar robek (Senggo e naghaghede) serta kehilangan dayung (pundalhe simbua nailang).
Dapat dibayangkan, ketika 3 (tiga) hal yang sangat dibutuhkan dalam pelayaran ini semuanya tak lagi berfungsi. Tentunya suatu hal yang sangat menghantui pikiran mereka, bahwa kematian akan segera menjemput, dan inilah yang sangat menakutkan mereka (Nakataku si kami lima).
Kelima orang tersebut, entah siapa dan berasal dari kampung mana ? sulitlah dipastikan identitasnya. Sekalipun ada orang tua yang mengatakan bahwa peristiwa ini terjadi di dekat Tonggeng Singkaha yang terkenal sangat berbahaya. Hal ini dapatlah dipertegas dengan syair lagu berikut ini :
Batuwulang, Niambangeng,
Kiawang, Hiung, Kinali,
Lehi, Pehe, Ondong, Paniki,
Paseng, Peling, Laghaeng,
Batusenggo, Eneraha,
Talawide, Mahuneni,
Tonggeng Singkaha berbahaya,
Tonggeng Bahu Sirungang.
Dari syairnya, dapat dipastikan bahwa pencipta lagu tersebut adalah warga masyarakat Kampung Talawid / Kamp. Mahuneni Kec. Siau Barat Selatan. Penggubah lagu mengetahui benar bahwa Tonggeng Singkaha adalah sebuah tanjung yang berbahaya. Mengapa berbahaya ? Berdasarkan penuturan beberapa orang tua yang saya tanyakan, disamping peristiwa yang menimpa 5 (lima) orang dalam Pamo seperti dikisahkan di atas, umumnya mereka juga mengaminkan bahwa tonggeng singkaha itu telah menelan banyak korban, terutama di seputar daerah Batu Derendung. Terungkaplah sebuah kisah tentang satu keluarga yang sempat hilang tak tahu rimbanya tatkala mereka melewati Tonggeng Singkaha ini dalam perjalanan pengembaraan mereka. Sampai sekarang cerita / mitos ini sangat membekas di hati masyarakat Kampung Talawid dan Kampung Mahuneni, sekalipun tidak diabadikan dalam syair lagu.
Ada pula syair lagu tradisional lainnya yang berbunyi seperti demikian :
Bulude Lisung
Bongkong Baliang
Tonggene Bahu
Bawa Singkaha
I Sire Epa
Nipunialang
Mahuneni
Soang Tamawala
Dalam lagu ini, penyair yang dapat dipastikan adalah masyarakat Kampung Mahuneni Kec. Siau Barat Selatan mencoba mengutarakan kecintaannya kepada Kampung halaman dengan mengabadikan empat lokasi sebagai penanda Kampung Mahuneni yakni : 1. Bulude Lisung, 2. Bongkong Baliang, 3. Tonggeng Bahu, serta 4. Tonggeng Singkaha.
Bersambung ..............................
Kamis, 07 Juli 2011
Lagu – Lagu Daerah Sangihe, Siau dan Talaud (4).
1. Makakendung susangi
Suralungu naungku.
Makatahendung elong
Sarung pubiahengku.
Reef :
Mawu, Mawu ahako sentinia
Dalengku sudunia
Elang-U ari wala.
2. Sudunia dalora
Susah pubawiahe.
Pirua taumata
Maraung daluase.
Reef :
Mawu, Mawu ahako sentinia
Dalengku sudunia
Elang-U ari wala.
TEMPO ELO WULANG TAUNG.
Tempo elo wulang taung
Naparung kere hiwu.
Nanawo kere rakalu
Mageng anging timiu.
Reef :
Kebi apa su dunia
Kebi-kebi sarung matadie.
Simbau tawe mailang
Dianding salamate.
SUSAH KASARIA SUMAWUKU
1. Susah kasaria su Mawuku
Seng nuliu ia bou rosaku.
Netatahang haghi papahang
Mawuku simangi su Getsemani.
Mawu mumogho makiambang
Kukaihoro su Mawu Yamang.
2. Su waleng gugutan tana putuse
Si makang Golgota malahapuse.
Mahkotane larang sisane.
Mawuku su mangi su Getsemani.
Mawu mumogho makiambang
Kukaihoro su Mawu Yamang.
TAKAWULENANG SUNAUNG.
Takawulenang sunaung
Maning bulang mutaung.
Reef :
Mutatentang ta’ bulone
Susah naung timumpe e
Simu e pendang su ate
Salawa makapate.
MANG TA’ APA LUASE
1. Mang ta’apa luase
Supebawiahe sudunia
Mahape hombang susa
Mang tatape.
Reef :
Ketaeng su Mawu Ruata
Pudarame naung dumenta.
Mawu Yesus mangibore
Banggilu kasasalamate.
2. Adate sudunia
Dan patiku kawasa.
Tawe makaliwire
Bou susah mahape.
Reef :
Ketaeng su Mawu Ruata
Pudarame naung dumenta.
Mawu Yesus mangibore
Banggilu kasasalamate.
TAKAWULENANG SURALUNGU NAUNG.
Takawulenang suralungu naung,
Kebi katahendungang
Pinendangeng makapinsang.
Haghi susah pinusombang
Sukenandu u elo
Pinendangeng makatumpa elo.
Reef :
O, Mawuku
Tulung be ia elang-U.
Tintanude sirungeko
Suralungu kakendag-U.
Senin, 06 Juni 2011
Lagu – Lagu Daerah Sangihe, Siau dan Talaud (3).
| MUKAKASIANG SURALUNGU NAUNG
Mukakasiang suralungu naung, Suentinia dudalungsangi Susah sigesa kebi mang luhaung, Hombang dunia mudalahaghi..
Reef : Iro kasiang pukapuraneng, Sembeng kerene su taumata. Dunia ini tampau panumpangeng Hedo su Sorga tak konsang apa.
SUNGGUH HIDUP AKU
1., Sungguh hidup aku dalam dunia tak tetap Sama juga arsnya di hadapan angin deras. Se’kan-akan bunga pada pagi dan petang, Elok sesungguhnya hanya layu di petang.
Reef : Sioh hidupku yang maut jaraknya Cuma satu langkah sajalah. Biar Tuhanku hidup akupun lenyap Asal jiwaku pulang pada-Mu Elhak.
2., Mana aku jalan atas darat atau laut. Siang atau malam kudihambat oleh maut. Pada sedekala maut pada sisiku, Satu langkah salah ia rampas hidupku.
Reef : Sioh hidupku yang maut jaraknya Cuma satu langkah sajalah. Biar Tuhanku hidup akupun lenyap Asal jiwaku pulang pada-Mu Elhak.
PIRUA IA INI SARUNG MAWINASA
1., Pirua ia ini sarung mawinasa, Tintalang bedang sini naungku masusa.
Reef : Isai pusirumang makatulungu ia ore Pukakalungang mangambang sisia.
2., kate mugagahagho su Mawu iogho. Tarimako pangelung Ruata panirung.
Reef : Mawu dorong tatingang pangangambang elang-U Maning susah dumingang Mawu tulumangku.
|
| SUWAELU GETSEMANI
Suwaelu Getsemani Seke e seng marani. Seke e tanakauntu Sarang Mawu nighantong.
Reef : Mawu Yesus, Mawu kite Mawu seng nipapate Nighantong tawe salane Sembeng tak wawerane.
DUNIA INI KATANAKENG
Dunia ini katanakeng Hombange mudalahaghi. Singkatempo maluase Singkatempo mang masusa.
Reef : Arawe su Sion marange daluase tawe edone. Sintinia mang pudarame Sene takahombangeng u papate Kekal putatumbiahe. Arawe su Mawu Ruata mangangemu ake u mata sai mangimang makatarima pakeange mawantuge mawira dan mahkota salamate
BIAHE SU DUNIA
Biahe su dunia makatumpe elo mata. Mukasangi sisia mataku u mawinasa. Dalawangku sentinia kukoatengku Makaghengang naung iro kasiang. Oh Mawu tulungko ia elang-U Ahako suraleng tuhu kapulun-NU.
Reef : Paringangke pubatukang sarang Sorga taraikang. I tuang ketang sematang Elo hebi mang susasangitang Mukakendung dosa; Mataku sarung pamalisang. Ualing dosa seng tai kaninsang Naungku mataku badang sala mapinsang Kasiang o, Mawu ambange wue ia elang-U.
|
Selasa, 31 Mei 2011
Lagu – Lagu Daerah Sangihe, Siau & Talaud (2).
Kerinduan untuk mengabadikan dan mempublikasikan nyanyian tradisonal masyarakat Sangihe Talaud khususnya budaya masyarakat Pulau Siau, telah terpatri cukup lama dibenakku. Dengan terbentuk kerukunan Keluarga Sulawesi Utara “Torang Samua Basudara” Kota Ambon yang didirikan pada Tahun 2006, penulis yang terpilih sebagai sekretaris organisasi kemasyarakatan ini kemudian menerbitkan bulettin “Suara KKSU-TSB Ambon”. Di dalam bulettin “Suara KKSU-TSB Ambon” inilah penulis mengapresiasikan kerinduan tersebut dengan mempublikasikan Nyanyian Tradisional masyarakat Sangihe Talaud secara berkala sekalipun hanya untuk kalangan sendiri.Beberapa dari lagu tradisional yang dipublikasikan pada Bulettin Suara KKSU-TSB Ambon tersebut telah pula di posting oleh penulis melalui blog ini pada tanggal 02 April 2011. Berdasarkan statistik kunjungan di blog ini, ternyata diketahui memiliki cukup banyak pengunjung, sehingga sampai tulisan ini diposting, lagu tradisonal masyarakat Sangihe Talaud telah menempati posisi 3 teratas disamping posting-posting lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat Sangihe Talaud yang tersebar baik di kampung halaman maupun di perantauan terhadap lagu tradisional masyarakat Sangihe Talaud cukup banyak. Hal inilah yang kemudian lebih menyemangati penulis untuk menulis dan memposting lebih lagi lagu-lagu tradisional masyarakat Sangihe Talaud lainnya.
Disadari bahwa kurangnya sumber yang dapat diperoleh sebagai bahan referensi menjadi hambatan dalam mewujudkan keinginan mulia tersebut. Beruntung sekali ketika pulang ke Siau dipenghujung bulan April 2011, penulis dapat menemukan sebuah buku nyanyian yang diberi judul “Marilah Menyanyi” yang disusun oleh almahrum Bapak Zadrak Banualawo (mantan Guru Injil Jemaat GMIST Mahanaim Talawid, – yang juga pensiunan Guru / Kepala Sekolah SD di beberapa tempat di Siau) pada 1 September 2000.
Buku Marilah Menyanyi selama ini memang hanya dipergunakan terbatas di Jemaat Mahanaim Talawid, Kec. Siau Barat Selatan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa usaha mempublikasikan buku nyanyian tersebut dirasa sangat manfaatnya bukan saja bagi jemaat GMIST Mahanaim Talawid saja, tetapi juga oleh masyarakat Sangihe Talaud yang membutuhkannya.
Berikut ini adalah beberapa bagian dari lagu tradisional masyarakat Sangihe Talaud yang seringkali dinyanyikan khususnya di Pulau Siau dikala ada kedukaan maupun acara syukuran yang ditulis kembali dari buku nyanyian Marilah Menyanyi yang dengan pertolongan Tuhan akan dapat diposting secara berkala melalui blog ini.
|
MAWU RUATA KAWASA 1. Mawu Ruata kawasa Su Sorga su dunia Sie manahimata muhiking sentinia Sie kota bentengku ore tatalangengku Tengade masatia muhiking sentinia.
Reef : Mawu Ruata tulung elangU Rendinganeng U tulumangU Kuate iman dan harape Gelire naung matatape
2. Sulimanu o, Mawu iserakang susahku Sutintanudu Mawu badan lai jiwaku Onggoko tualagU ringaneng tulumangU Su elo mutatuhu ringaneng tulumangU.
Reef : Mawu Ruata tulung elangU Rendinganeng U tulumangU Kuate iman dan harape Gelire naung matatape
MAWU ELANGU TATA
Mawu elangU tata SuralengU Limaku mangumbele kunanengU Kami anaU hala mambeng tala Lumempang dumarisi ari wala
Sutempo suwu-suwu dan belade Ia mang tamataku u papate Kinasiloku senang tualagU Timuhu pangangimang su Mawuku
DUNIA PUBIAHENGKU 1 1. 1. Dunia pubiahengku Apa e dudeakengu Areta kalanggihange Mawatugge tak sihinge.
Reef : Bulaeng salaka intan Sematang mapia sumata Areta u Sorga ene Nangilembong kawantugange.
2. Pundolong bulude Sion Soang kasasalamate. Sene sarung makasilo Maka eba salamate.
Reef : Bulaeng salaka intan Sematang mapia sumata Areta u Sorga ene Nangilembong kawantugange.
|
| MAWU RUATA MASUSI MAKAWASA
Mawu Ruata masusi makawasa Mawu Sorga dingangu dunia SutengonU tak hombang kasasusa Tak hombang kasasusa Daluase masaria. Pirua ia marosa Hinone seng mawinasa Batu kebi susa dan kasasilaka Mang hombang sintinia
Reef : O Mawuku Ruataku Abe tentang elangU Mugughaho kaliomaneng Suleing kakendagU
MAGENG MAKATAHENDUNG
Mageng makatahendung Elong pubiahengku Susah dan genggang Su naung makasangi. Apa sarung mariadi Su elong samuri Su wadang dan su jiwaku Mambeng makatataku.
Reef : O Mawuku tulung elangU, Supatiku hombang kasasusa Himombang si sia Laing haghi dosa susentinia. Elo hebi supapendangeng Nahino su watangeng Sigesa masaria Su wadang dan jiwa.
SUDUNIA PUBIAHENG
Sudunia pubiaheng Ore lai kapateng Mapapia nilegaheng Sarung lai elakeng.
Reef : O Mawuku tintanude Suapang tamoa dalengangku Ari wala putatude Tuhu kalaeningku.
|