Minggu, 02 Oktober 2011

Khotbah : Berkat Allah atas Suami yang Saleh


Jesus, limpahkanlah berkat ini atas keluarga kami.
Oleh : Fredrik Dandel, ST.
Bacaan : Mazmur 128:1-6

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! ........................... Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.  (Ayat 1 dan 4)

Orang laki-laki yang dimaksudkan dalam ayat di atas adalah seorang suami atau kepala keluarga. Sedangkan seorang yang takut akan TUHAN dan yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dapat disimpulkan kedalam satu kata, yakni : “Saleh”. Itulah sebabnya khotbah ini diberikan judul / topik : “Berkat Allah atas Suami yang Saleh”.
Begitu pentingnya kedudukan seorang suami / kepala keluarga di hadapan Allah, sehingga Allah menaruh perhatian secara khusus kepada-nya. Hal ini bukanlah berarti bahwa Allah tidak menganggap penting kedudukan wanita sebagai seorang Istri dalam sebuah keluarga, namun kedudukan Suami sebagai kepala Istri (baca : I Korintus 11:3; I Tim. 2 : 12 & 13) membuat seorang suami memiliki prioritas utama bagi Allah untuk menyalurkan berkat-Nya atas sebuah rumah tangga..
Oleh karena itu, jikalau seorang suami atau kepala keluarga takut akan TUHAN dan mau menurut jalan yang ditunjukan-Nya atau dengan perkataan lain mau hidup saleh di hadapan Allah, maka berkat-berkat yang tertulis dalam Mazmur 128 ini akan dicurahkan Allah kedalam rumah tangganya. Berkat-berkat tersebut adalah seperti berikut :

1. Kebahagiaan untuk menikmati hasil jerih payah tangannya.

Ayat 2 berkata seperti begini : “Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!.”

Tanggung jawab utama seorang suami atau kepala keluarga adalah memberikan nafkah kepada seluruh anggota keluarganya. Tentunya dengan bekerja, kebutuhan tersebut diharapkan akan dapat terpenuhi, sekalipun ada juga orang yang telah bekerja sekuat tenaga, membanting tulang setiap hari namun kenyataannya belumlah mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan makan, minum dan pakai anggota keluarganya.

Sebagai orang yang beriman, kita percaya bahwa Allah akan selalu menggenapi Firman-Nya. Matius 6:31 – 34 berkata seperti begini : “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Seorang suami yang mau hidup saleh dihadapan Allah, maka hasil pekerjaannya akan diberkati oleh Allah, dan seluruh anggota keluarganya diberi karunia untuk menikmati berkat itu.
Ada orang yang dikaruniai kekayaan tetapi tidak dikaruniai kuasa untuk menikmatinya (baca Pengkhotbah 6:1-3). Tetapi keluarga yang saleh akan dikaruniai kuasa untuk menikmati berkat dari hasil jerih payah tangannya. (Baca Pengkhotbah 5:17-18).

2. Isteri akan seperti pohon anggur yang subur.

Ayat 3 berkata seperti begini : “Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu.” 
Apakah artinya isteri akan menjadi seperti pohon anggur?
Mazmur 104 : 15 :  “….. dan anggur yang menyukakkan hati manusia ……...”
Pengkhotbah 10 : 19 : “Untuk tertawa orang menghidangkan makanan; anggur meriangkan hidup ………...” 
Jadi anggur itu menyukakkan hati dan meriangkan hidup.
Kalau kepala rumah tangga atau suami itu mau hidup saleh di hadapan Allah, maka isterinya akan menyukakan hati, baik hati Tuhan maupun hati suami, dan akan meriangkan hidup anggota keluarga dalam rumahnya. Dan indahnya bahwa kesukaan dan keriangan itu tak akan pernah layu, dia akan selalu tumbuh subur setiap waktu oleh karena yang memeliharanya adalah TUHAN semesta alam, Allah yang mengaruniakan berkat tersebut oleh karena kasih-Nya.
Suatu hal perlu diperhatikan dalam membangun sebuah rumah tangga yang harmonis, kita harus memperhatikan apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Korintus : Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.” (baca : II Korintus 6 : 14a).  

3. Anak-anak seperti tunas pohon zaitun.

Ayat 3  : “…........... anak-anakmu seperti tunas pohon Zaitun sekeliling mejamu!.”.
Apakah artinya anak-anak seperti tunas pohon zaitun?
Pohon zaitun adalah salah satu pohon yang paling berharga bagi orang Ibrani pada zaman purba. Orang Timur menganggap zaitun simbol kecantikan, kekuatan, berkat Ilahi dan kemakmuran. Betlehem, Hebron, Gilead, Lakhis dan Basan semuanya terkenal pada zaman Alkitab karena kemakmurannya berkat hutan-hutan zaitun. (Ensiklopedi Alkitab Masa Kini).
Beberapa kegunaan dari pohon zaitun diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Rumpun zaitun umumnya dihargai sebagai sumber minyak. Pada upacara pemahkotaan minyaknya dipakai melambangkan kekuasaan. Minyak zaitun juga merupakan bahan dasar pengolahan salep, juga dipakai untuk merias rambut. Disamping itu minyak zaitun dipakai sebagai bahan bakar (Mat. 25 : 3), obat (Luk. 10:34; Yak. 5:14), dan makanan (2 Taw. 2:10). Minyak zaitun yang dicampur dengan mur, kayu manis, tebu dan kayu teja dibuat menjadi minyak urapan yang kudus dan digunakan untuk mengurapi alat-alat Kemah Pertemuan dan Harun serta anak-anaknya. (Keluaran 30:22-30).
  • Kayu zaitun digunakan untuk lemari halus. Batang-batang pohon zaitun dikeringkan beberapa tahun, kayunya yang berwarna kuning sawi bermotif indah, bila dipelitur menjadi permukaan yang halus. Cabang-cabang pohon zaitun digunakan untuk membangun pondok-pondok pada Hari Raya bulan ketujuh (Neh. 8 : 15).
  • Buah zaitun yang segar atau yang diasamkan dan yang dimakan dengan roti, termasuk makanan penting Palestina pada zaman purba.
  • Minyak zaitun itu juga berbau harum. Hosea 14 : 7 : “Ranting - rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.”
Karena banyaknya kegunaan pohon zaitun sehingga lazim dimanfaatkan untuk banyak tujuan. Pohon zaitun dianggap layak dinamai raja pepohonan (Hak. 9:8).
Kalau seorang suami atau kepala keluarga mau hidup saleh di hadapan Allah, maka anak-anaknya akan bertumbuh dalam kehidupan yang berbau harum dan akan berguna baik untuk Tuhan maupun untuk sesama manusia.

4. Dikaruniai umur panjang.

Ayat 5-6 : “Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel.”
Dari ayat ini jelas bahwa seseorang dapat melihat anak-anak dari anak-anaknya, atau dengan perkataan lain melihat cucunya, oleh karena ia dikarunia umur panjang.

Mazmur 91:14,16 berkata : “Sungguh, hatinya melekat kepadaKu, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya,…… dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari padaKu.”

Dikarunia umur panjang adalah harapan setiap umat manusia. Sekalipun ada juga keinginan yang timbul di hati orang yang saleh seperti Rasul Paulus untuk segera berjumpa dengan KRISTUS karena baginya itu memang jauh lebih baik. (baca : Filipi 1 : 21 – 26).
Persoalannya adalah bahwa semasa kita hidup dan dikaruniai umur panjang apakah kita mau mengisi hidup kita tersebut dengan hal-hal yang berguna baik untuk diri kita sendiri, keluarga kita, sesama bahkan terlebih untuk TUHAN ?.   

Allah bukan hanya mengaruniakan umur panjang kepada umat-Nya yang hidup berkenan kepada-Nya, tetapi ia juga mengaruniakan kebahagiaan untuk menikmati buah-buah dari apa yang telah ia perbuat semasa hidupnya.

Seorang suami atau kepala keluarga yang mau hidup saleh di hadapan Allah, maka keluarganya akan dikaruniakan kebahagiaan untuk menikmati hasil jerih payah tangannya, istrinya akan menyukakan hati dan memberikan keriangan dalam hidup mereka, anak-anaknya dipermuliakan dan hidup berguna untuk TUHAN dan manusia, serta dikaruniai umur panjang dan kebahagiaan untuk menikmati hari-hari hidupnya tersebut.  

Oleh karena itu sebagai suami terutama baiklah kita mau menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Allah sehingga kita dapat menikmati berkat yang luar biasa tersebut atas rumah tangga kita. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. A m i n.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar