Rabu, 23 Maret 2011

PP tentang Gaji PNS Tahun 2011


Memburu Peraturan Pemerintah serta Tabel Gaji PNS 2011 di internet seringkali akan membuat kita penasaran bahkan berakhir dengan kekecewaan. Karena kebanyakan yang ditemukan biasanya hanya merupakan garis besarnya saja. Kini kekecewaan itu tak perlu berlangsung lama. Karena Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2011 tentang Perubahan Ketiga Belas atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil telah dipublikasikan oleh Pemerintah. Penasaran …… ? Silahkan kunjungi website Sekretariat Negara Republik Indonesia pada alamat : http://www.setneg.go.id atau langsung saja mendownload pada alamat di bawah ini :


Semoga informasi ini berguna bagi yang membutuhkannya.

Rabu, 16 Maret 2011

Khotbah : Diselamatkan Oleh Allah


Oleh : Fredrik Dandel, ST.

2 Petrus 2 : 6 - 9
9“Maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,”

Semua manusia mempunyai tujuan ketika ia hidup di tengah dunia ini. Berbagai macam tujuan mungkin ada dalam benak kita. Namun suatu tujuan hidup yang mendasari setiap pribadi adalah keselamatan. Untuk apa kita hidup tetapi pada akhirnya kita tidak menikmati keselamatan dari Allah!. Untuk apa kita bekerja keras selama di dunia ini, tetapi pada akhirnya kita tidak memiliki tempat bersama-sama dengan Kristus di Sorga!. Melalui firman Tuhan ini, kita belajar dari pribadi Lot tentang rahasia Diselamatkan Oleh Allah.

Pertama : Karena Hidup Yang Dibenarkan & Sikap Yang Benar;

Lot adalah seorang yang benar (baca ayat 7 & 8) karena ia dibenarkan oleh Allah. Roma 3 : 23&24 berkata : “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”
Kesucian hidup Lot benar-benar diuji tatkala ia harus memilih untuk berdiam ditengah-tengah manusia yang hidup tidak sesuai dengan kehendak Allah. Ia harus menderita oleh cara hidup orang-orang Kota Sodom dan Gomora yang setiap waktu mencemarkan diri mereka dengan mengikuti hawa nafsu jahat. Namun demikian, Lot tetaplah setia dalam mempertahankan kesucian hidupnya. Ia hidup dalam sikap yang benar sesuai dengan panggilan Allah. 2 Petrus 3 : 11 & 12a berkata : “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup, yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah.”

Kedua : Karena Menerima Firman Allah dan Mentaatinya dengan Sukacita;

Dalam suatu perumpamaan (Mat. 7 : 24 – 27), Tuhan Yesus menyamakan seorang yang mendengar Firman Allah dan melakukannya adalah sama dengan seorang yang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu. Ketika turun hujan, banjir datang bahkan angin melanda rumah itu, rumah itu tidak rubuh, sebab dibangun di atas batu. (I Kor. 10 : 4 ; batu karang itu ialah Kristus). Sebaliknya orang yang mendengarkan Firman Allah namun tidak melakukannya adalah sama dengan seorang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Ketika turun hujan, banjir datang bahkan angin melanda rumah itu, maka rumah tersebut rubuh, dan hebatlah kerusakannya.
Lot adalah seorang pribadi yang senantiasa bergaul karib dengan Tuhan. Sikapnya ketika ia menyambut malaikat Allah sewaktu berada di pintu gerbang Kota Sodom, menunjukan bahwa Lot seorang yang peka dengan kehadiran Allah. (Kej. 19 : 1 – 3). 
Ketika Allah memutuskan untuk menghukum Kota Sodom dan Gomora, Allah mau menyelamatkan Lot dan keluarganya. Ia kemudian menyuruh Lot, Istri dan kedua anaknya keluar dari Kota Sodom. Suatu perintah yang harus mereka taati adalah bahwa mereka dilarang untuk memandang ke belakang (hal duniawi). Mereka menerima Firman Allah, dan kemudian lari menuju ke Kota Zoar sebagaimana permintaan Lot, sayangnya di tengah perjalanan, Istri Lot menoleh ke belakang akhirnya ia menjadi tiang garam. Isteri Lot menerima Firman Allah namun tidak mentaatinya dengan sukacita sehingga ia harus dihukum menjadi tiang garam. Namun Lot dan kedua anaknya diselamatkan.

Ketiga : Karena Doa Syafaat dari Abraham;

Kejadian 18 : 16 - 33 mengkisahkan betapa gigihnya Abraham bersyafaat kepada Tuhan untuk keselamatan Kota Sodom. Abraham memberanikan diri untuk berbicara kepada Tuhan; sekiranya terdapat 50, sekiranya kurang 5 dari 50 (=45), sekiranya 40, sekiranya 30, sekiranya 20 bahkan sekiranya hanya 10 orang benar yang ada di Kota Sodom, mungkinkah Tuhan akan membinasakan Kota tersebut? Jawab Tuhan, tidak akan Kubinasakan. Sayangnya, kota tersebut terlalu banyak dihuni oleh orang bebal, sehingga Allah memutuskan untuk membinasakannya, tetapi Ia memilih untuk menyelamatkan Lot, keponakan Abraham itu. 
1 Tim. 2:1–4 berkata : …. Naikanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, …… Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan tentang kebenaran.

Keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada kita diperoleh dengan cuma-cuma lewat korban Kristus di kayu salib. Kewajiban kita adalah mempertahankan keselamatan itu dengan : Hidup dalam sikap yang benar, Menerima Firman & mentaatinya dengan sukacita, serta senantiasa saling mendoakan satu dengan yang lainnya. Tuhan Yesus Kristus senantiasa menolong kita dan menyelamatkan kita dari setiap bencana. Amin. Mari kita mendokan saudara-saudara kita yang menjadi korban Tsunami di Jepang.

Jumat, 04 Maret 2011

Khotbah : Hidup Sebagai Hamba Allah


I Petrus 2 : 11 - 17
16 “Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.”

Dalam suratnya kepada jemaat di Roma (pasal 6 : 15 – 23), Rasul Paulus menekankan tentang 2 (dua) macam perhambaan, yakni hamba dosa (hamba Iblis) dan hamba kebenaran (hamba Allah).
Sebelum kita mengenal Kristus, kita adalah hamba dosa yang selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Perbuatan-perbuatan tersebut seperti yang dicatat dalam Galatia 5 : 19– 21 yakni tentang perbuatan-perbuatan daging (percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya,) yang membuat kita tidak mendapatkan bagian dalam Kerajaan Allah.
Ketika kita mengenal Kristus Yesus dan memutuskan untuk menerima dan mengikuti Dia, maka kehidupan kita dibebaskan dari kuasa dosa, dan kemudian diberikan kemenangan / kemerdekaan untuk hidup dalam suatu kehidupan yang baru (dilahirkan kembali). I Petrus 1: 8–19, 23 berkata : “18 Sebab kamu tahu bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh Firman Allah, yang hidup dan yang kekal”
Hidup sebagai orang merdeka itu artinya tidak lagi menjadi hamba si setan. TUHAN YESUS telah memerdekakan kita dari penjajahan dosa dengan memberikan Tubuh dan Darah-NYA sendiri. Penebusan yang dilakukan oleh YESUS KRISTUS itulah yang membuat kita merdeka. Merdeka di sini bukan berarti kita menjadi orang yang semau gue. Rasul Petrus menambahkan, bahwa kita harus hidup sebagai hamba ALLAH. Hidup sebagai hamba Allah berarti kita harus menjadi hamba Tuhan. Menjadi hamba Tuhan berarti kita harus melakukan pekerjaan-pekerjaan pelayanan kepada sesama kita. Di sinilah terletak penekanan yang sangat penting itu, dimana banyak orang Kristen belum menyadari bahwa ketika ia telah menjadi milik Kristus, maka mau atau tidak mau ia harus terlibat di dalam pelayanan pekerjaan Tuhan di tengah dunia ini. Sebagaimana Kristus telah mewariskan suatu teladan dalam kehidupan kita, demikian kita yang hidup dalam Kristus wajib mengikuti apa yang telah ia lakukan. Yohanes 2 : 6 berkata : “Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” I Petrus 2 : 21 berkata : “Sebab untuk itulah kamu dipanggil. Karena Kristus pun telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.”
Bagaimana sesungguhnya teladan kehidupan Kristus itu sendiri?. Menjadi seorang hamba Allah!. Filipi 2 : 5 - 8 berkata : “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”
Itulah sebabnya lewat kesempatan ini, saya mengajak kita semua untuk menjadi hamba Tuhan yaitu dengan memberi diri kita untuk melayani pekerjaan Tuhan sesuai dengan karunia yang telah Tuhan anugerahkan bagi kita.
Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani, jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasehati, baiklah kita menasihati. Roma 12 : 4 – 8). Karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, karunia berkata-kata dengan pengetahuan, memberikan iman, karunia untuk menyembuhkan, karunia untuk mengadakan mujizat, karunia untuk bernubuat, karunia untuk membedakan bermacam-macam roh, karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, karunia untuk menafsirkan bahasa roh. Kor. 12 : 4 – 31). Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. Ef. 4 : 11 – 16). (Bersambung ……………)
Tuhan Yesus kiranya menganugerahkan karunia-karunia rohani dalam kehidupan kita, untuk memperlengkapi Gereja-Nya demi hormat dan kemuliaan nama-Nya. Amin.

Selasa, 01 Maret 2011

Khotbah : Menang Dalam Peperangan


Oleh : Fredrik Dandel, ST.

(II Samuel 5 : 17 – 25)
25“Dan Daud berbuat demikian, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, maka ia memukul kalah orang Filistin, mulai dari Geba sampai dekat Gezer.”.

Hidup adalah perjuangan. Dalam perjuangan untuk mendapatkan hidup, umat Allah dituntut untuk menjadi Prajurit Kristus yang sejati. Sebagai Prajurit Kristus, kita harus melakukan peperangan rohani. Efesus 6 : 12 berkata : “Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara”. Melalui firman Tuhan yang kita baca saat ini, kita diajarkan beberapa strategi untuk dapat Menang dalam Peperangan tersebut.

Pertama : Memiliki Urapan Allah (II Sam. 5:17);

Setiap orang percaya pasti memiliki urapan Allah. Urapan Allah adalah merupakan meterai yang dikaruniakan oleh Allah kepada umat-Nya sebagai tanda bahwa Allah benar-benar telah memilih dia dan menentukan dia untuk menjadi Pemenang.
2 Kor. 1 : 21 & 22 berkata : Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.
Mazmur 20: 7-9 berkata : Sekarang aku tahu, bahwa Tuhan memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya. ................
Sadarlah bahwa sebagai orang yang telah diurapi, kita sedang diincar oleh iblis untuk dibinasakan. Tetaplah berada didalam pengurapan Allah, jangan biarkan api pengurapan (Roh Kudus) itu padam di dalam hatimu, sebab itu akan membuat kita binasa. Raja Daud menyadari itu, sehingga ketika ia jatuh, satu hal yang ia minta kepada Tuhan : “Janganlah mengambil Roh-Mu yang kudus dari padaku!”. (Maz.51:13).

Kedua : Mencari Tahu Kehendak Allah ( II Sam. 5:18-23)

Seseorang yang memiliki urapan Allah, tidak akan bertindak berdasarkan pikiran atau kehendaknya sendiri. Mencari tahu dan mengerti kehendak Allah dalam doa adalah kunci keberhasilan kita dalam menghadapi setiap persoalan / peperangan.
Dalam menghadapi serangan musuhnya, Raja Daud senantiasa bertanya kepada Tuhan apakah yang harus ia perbuat. Apakah ia harus maju menghadapi musuhnya? Akankah diserahkan oleh Allah musuhnya itu?. Amsal 3 : 5 – 8 berkata : Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Ketiga : Mengandalkan dan Mengakui Kekuatan Tuhan (II Sam. 5 : 20)

Menghadapi persoalan/peperangan dengan kekuatan kita adalah suatu keputusan yang ceroboh. Persoalan/peperangan yang kita hadapi adalah sesuatu yang tidak boleh kita sepelekan begitu saja. Tidak memandang persoalan/peperangan itu kecil ataukah besar, pertolongan Tuhan tidak boleh diabaikan.
Saat Daud menghadapi Goliat seorang raksasa dari Filistin, Daud dianggap remeh oleh raksasa tersebut. Ia dihina karena karena masih muda, kemerah-merahan bahkan hanya membawa tongkat untuk melawan raksasa tersebut yang datang dengan peralatan perang yang lengkap. Tetapi Daud berkata : “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu …..(Sam. 17 : 45 – 47).
Roma 8 : 31 berkata : …. Jika Allah ada di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?.

Keempat : Taat Kepada Perintah Tuhan (II Sam. 5 : 25)

Mendengarkan apa yang disampaikan oleh Tuhan melalui Firman-Nya itu baik. Tetapi haruslah disertai dengan ketaatan untuk melakukan Firman tersebut. Ketaatan Raja Daud dalam melakukan apa yang Tuhan Firmankan merupakan suatu kunci penentu keberhasilan / kemenangan yang gilang-gemilang dari seluruh bangsa Israel dalam melawan bangsa Filistin. 25“Dan Daud berbuat demikian, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, maka ia memukul kalah orang Filistin, mulai dari Geba sampai dekat Gezer.”.
Sebaliknya Raja Saul seorang yang diurapi Allah tetapi karena ketidaktaatannya kepada Firman Allah, akhirnya ia ditolak oleh Allah. I Sam. 15 : 22Tetapi jawab Samuel : “Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara Tuhan? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik daripada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan 23Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman Tuhan, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.” Raja Saul gagal meraih kemenangan, bahkan diakhir hidupnya, ia harus menderita kekalahan, dan akhirnya mati ditangan orang Filistin.
Baiklah kita mengetahui apa yang sedang terjadi di sekitar kita, dan apa yang Allah inginkan dari kita dalam menyikapinya. I Petrus 5 : 8 – 11 berkata : 8“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. 10Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengkokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. 11Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.”
Saudaraku! jika kita ingin menang dalam peperangan rohani ini, maka baiklah kita Memiliki Urapan Allah, Mencari Tahu Kehendak-Nya, Mengandalkan Dia, serta Taat Kepada Perintah-Nya. Tuhan pasti akan menyertaimu! Haleluyah, Amin.