Selasa, 03 Januari 2023

TATA IBADAH PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN PERNIKAHAN (Fernando Waldemar Salindeho, & Lisyelin Margaritha Luas)

Pelayan : Pdm. Fredrik Dandel, ST, STh. (Gembala Jemaat Gereja Bethel Indonesia PETRA Talawid).

Prosesi Masuk (diiringi musik/Instrument).

-------- Seorang Pelayan mengantar kedua mempelai dan orang tua --------- (Jemaat Berdiri)----

UNGKAPAN PENYAMBUTAN

Pelayan/WL :    Tuhan merajut hari yang indah bagi anak-anak-Nya. Kasih-Nya yang tak berkesudahan dan kesetiaan-Nya tak akan berakhir ditunjukkan-Nya semakin nyata saat ini. Di hari bahagia ini, Selasa, 13 Desember 2022 Ia mengaruniakan kepada kedua anak-Nya  :  Fernando Waldemar Salindeho, & Lisyelin Margaritha Luas.

                                   Bersama Tuhan dan di hadapan jemaat-Nya, mereka siap berjalan mengarungi samudera kehidupan dalam bahtera perkawinan yang kudus.

                                   Tuhan berjalan di depan mereka, mencintai dan menjaga mereka seperti biji mata-Nya. Dalam balutan lembut kasih Allah... mereka merangkai masa depan yang penuh harapan. 

-----Kedua Mempelai Berdiri di Depan Kursi yang telah disediakan----

---Orang Tua menyerahkan kedua Mempelai untuk diteguhkan dan diberkati---

Orang Tua :  Kami, sebagai orang tua dari kedua mempelai, dengan penuh ungkapan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus selaku mempelai Jemaat-Nya, yang adalah Tuhan dan Juruselamat orang percaya, maka kami menyerahkan dan merestui kedua anak kami untuk diteguhkan dan diberkati perkawinan mereka saat ini.

Pelayan/WL :  Dengan Penuh sukacita Saya a.n. Gembala dan seluruh Jemaat GBI PETRA Talawid menyambut permintaan keluarga untuk dilaksanakan peneguhan dan pemberkatan perkawinan kudus ini. Haleluyah.

------ Kedua Mempelay dipersilahkan duduk, Jemaat Duduk----- 

MENGHADAP TUHAN

Pelayan/WL :  Umat yang dikasih Tuhan Yesus, “Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak sorai dan bersukacita karenanya.” Marilah persiapkan diri menghadap Tuhan serta memuji Nama-Nya. 

Umat            :      Menyanyi : Agnus Dei 

                              Haleluyah, Haleluyah

S’bab Engkau Allah Yang Berkuasa

Haleluyah, Haleluyah

S’bab Engkau Allah Yang Berkuasa

Haleluyah

Kudus, Kudus……. Engkau Allah Maha Kuasa

Layak Dipuji, Layak Disembah …… Amin.

 

Doa Pembukaan :      

Pujian : “Bertemu Dalam Kasih”

Bertemu dalam Kasih-Nya

Berkumpul dalam anugerahNya

Bersukacita Semua

di dalam rumah Tuhan

 Reef

O Saudaraku dan Saudariku

Tuhan Cinta dan mengasihimu

Mari Bersukacita semua

Di dalam rumah Tuhan

 

PELAYANAN FIRMAN TUHAN

·                 Pujian Pra Firman : “Ku Ada S’bab Anugerah-Mu”

Ku ada s’bab anugerah-Mu

Ku ada karna kasih-Mu

Tuhan Yesus ku bert’rimakasih

Buat kasih rahmat-Mu

 Reef

T’rimakasih Yesus

Hanya anugerah-Mu

buat hidupku sekarang

Ku kan memuji-Mu selamanya

·               Doa Firman

·                Pemberitaan  Firman      : Yoh. 2 : 1 – 11 “Perkawinan di Kana”.

AMANAT DAN JANJI PERKAWINAN

Pendeta :     Sebelum saya melakukan pemberkatan nikah ini, kedua mempelai perlu menyatakan janjinya kepada Tuhan dihadapan dan disaksikan oleh Jemaat dan kita semua yang hadir di tempat ini. Dengarkanlah Firman Tuhan : dalam 1Ptr.3:1-2&7 :

                        “Sebab itu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuanmu, jika mereka melihat bagaimana murni dan salehnya hidupmu”.

                        Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu. Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan , supaya doamu jangan terhalang.                    

                        Saudara Fernando Waldemar Salindeho, dan Saudari Lisyelin Margaritha Luas, apakah kalian berdua bersedia melaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan kesetiaan, Amanat Perkawinan Kristiani ini ?

Kedua Mempelai :            Ya Kami Bersedia

Pendeta :     Sekarang, di hadapan Allah dan Umat-Nya, saudara berdua memutuskan untuk hidup sebagai suami-isteri beriman, guna mewujudkan rumah tangga Kristiani dalam terang kasih karunia Tuhan Yesus Kristus; maka kami mengundang saudara berdua saling mengucapkan janji setia. 

---------- berjabat tangan ---------- 

Mempelai Pria :     Saya, Fernando Waldemar Salindeho, menyambut engkau, Lisyelin Margaritha Luas  sebagai istriku, dan berjanji untuk tetap setia kepadamu, serta mengasihi engkau baik dalam suka dan duka, serta tidak akan meninggalkan engkau. Bahwa saya akan memelihara engkau dengan penuh kasih, sebagaimana wajib dilakukan oleh suami yang beriman kepada Yesus Kristus.

Mempelai Wanita : Saya, Lisyelin Margaritha Luas menyambut engkau, Fernando Waldemar Salindeho sebagai suamiku, dan berjanji untuk tetap setia kepadamu, serta mengasihimu, baik dalam suka dan duka, serta tidak akan meninggalkan engkau. Bahwa saya akan memelihara engkau dengan penuh kasih, sebagaimana wajib dilakukan oleh isteri yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus.

PEMASANGAN CINCIN (FAKULTATIF)

Pendeta :     (sambil memegang Cincin)  Cincin yang bulat ini melambangkan kasih Kristus yang sempurna yang mengikat kalian berdua. Terimalah cincin ini, dan bubuhkanlah pada jari manis isteri dan suamimu.

Mempelai Pria :     Lisyelin Margaritha Luas, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku.  Terimalah dengan sepenuh hati.

Mempelai Wanita : Fernando Waldemar Salindeho, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku.  Terimalah dengan sepenuh hati.

PENEGUHAN PERKAWINAN

Pendeta :       (meletakkan tangan di atas jabat tangan mempelai) Mendengar janji setia saudara dan berdasarkan kasih setia Yesus Kristus, kami meneguhkan perkawinan saudara Fernando Waldemar Salindeho, dan Saudari Lisyelin Margaritha Luas dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Kedua Mempelai  :           Amin.

PEMBERKATAN PERKAWINAN

------ kedua mempelai berlutut, umat berdiri -------

Pendeta :       Hiduplah menurut janjimu, hayatilah tugas dan tanggung jawabmu dan terimalah berkat Tuhan :

                 Allah, Bapa Tuhan Yesus Kristus yang telah memanggil dan mempersatukan kamu dalam perkawinan ini, akan memberkati kamu dan memenuhi rumah tanggamu dengan kasih karunia Roh Kudus; supaya dalam iman, pengharapan dan kasih, kamu hidup suci dan bahagia selama-Iamanya.

 Jemaat :        Amin.

 --- mempelai berdiri dan bertukar tempat ---

----- Cium kudus tanda Pernyataan kasih -----

---- pemberian Alkitab dan Surat Perkawinan Gereja ----

Penyerahan Kepada Keluarga

Pendeta :     Kepada mempelai berdua dipersilahkan menghadap orang tua untuk menyampaikan ucapan terima kasih, sambil mengingat firman Tuhan “Hormatilah ayahmu dn ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan Allah-mu kepadamu.”(Kel 20:12) 

Keluarga Bapak Albert Salindeho – Ibu Lydia Altji Frans dan Keluarga Bapak Hermanus Luas – Ibu Aneta Lambert terimalah anak-anakmu ini sebagai bagian dari keluargamu dan doakanlah mereka. 

----- mempelai sujud kepada orang tua pihak istri kemudian kepada orang tua dari pihak suami -----

-----Orang tua meletakan tangan kepada kedua mempelai----- 

Penyerahan Keluarga Baru Kepada Jemaat

Pendeta :       Jemaat, Terimalah keluarga Kristen yang baru ini, sebagai bagian dari persekutuan keluarga Allah yang saling mengasihi dan mendoakan. 

----Pendeta kembali ke tempat, pelayanan oleh  WL--- 

DOA SYAFAAT :

PERSEMBAHAN  :  LAGU “ BEGITU BESAR KASIH ALLAH”

BEGITU BESAR KASIH ALLAH PADA KITA
DIBERKATILAH ANAK CUCU KITA DI MANA-MANA
TUHAN MENGUBAH MISKIN DAN MENJADIKAN KAYA
DIA MERENDAHKAN DAN MENINGGIKAN JUGA

REFF :

BERBAHAGIALAH BAGI ORANG YANG PERCAYA
ANAK CUCUNYA PASTI TIDAK AKAN MEMINTA-MINTA
KAR’NA ALLAH MENGGENAPI FIRMAN-NYA
TIADA YANG MUSTAHIL BAGI ORANG PERCAYA

PENUTUP DAN BERKAT

 DOA YABES

Kiranya engkau memberkati aku
Berlimpah-limpah
Dan memperluas
Daerahku

Dan kiranya
TanganMu menyertai aku
Dan melindungi aku
Dari pada malapetaka
Sehingga kesakitan
Tidak menimpa aku

Pendeta :     Arahkanlah hati dan pikiranmu kepada Tuhan, serta terimalah berkat Tuhan : TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

 

 Jemaat :       (Menyanyi) : Haleluyah Haleluyah Haleluyah Amin (2x)

Minggu, 01 Januari 2023

DALAM PERLINDUNGAN DAN PENYERTAAN TUHAN. Kel. 13 : 17 - 22

Oleh : Pdm. Fredrik Dandel, ST, STh, MAg.(Cand.)
Peristiwa keluarnya Bangsa Israel dari Tanah Mesir menuju ke Tanah Perjanjian (Kanaan) menjadi suatu sejarah penting bagi kehidupan mereka. Boleh dikatakan bahwa ini merupakan hari kemerdekaan atau hari kemenangan Bangsa Israel dari perbudakan.
Begitu pentingnya hari dimaksud, sehingga Allah sendiri berkenan menetapkannya sebagai permulaan segala bulan bagi bangsa itu. Keluaran 12:1-2 (TB) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. (Bulan Abib: Kel.13:4; kemudian disebut bulan Nisan, Est. 3:7. Nisan = permulaan; bulan pertama. Sampai sekarang Nisan adalah bulan pertama dalam Tarikh Ibrani, sekitar bulan Maret - April).
Suatu berkat yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada Bangsa Israel dalam mengawali langkah hidup mereka di bulan pertama (Tahun Baru) ini adalah bahwa mereka berada Dalam Perlindungan dan Penyertaan Tuhan. Hal ini dibuktikan melalui beberapa hal penting, yakni :
PERTAMA : PASKAH (KUASA KORBAN KRISTUS). Kel. 12:1 dst.
Ketika Allah menghukum Firaun dan seluruh tanah Mesir dengan kematian anak sulung. Pada setiap rumah orang Israel ada perlindungan Tuhan. Perlindungan mana harus ditandai dengan darah anak domba jantan yang tidak bercela, yang dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan ambang atas rumah orang Israel yang memakan Paskah.
Paskah merupakan suatu ketetapan yang dibuat oleh Tuhan bagi Bangsa Israel secara turun temurun. Paskah bhs Ibrani : Pesakh; bhs. Aram : Pasgha; bhs. Yunani : Paskha. Arti dasarnya: meloncat, melewati/menyayangi. Paskah merupakan Perayaan pembebasan bangsa Israel dari Mesir. Anak-anak sulung orang Mesir dibunuh, tetapi pintu-pintu rumah orang Ibrani "dilewati". Peristiwa itu diperingati dengan mengadakan perjamuan Paskah yaitu makan "korban Paskah" atau anak domba Paskah itu (Kel 12:23-28, Kel 12:43-51).
Paskah dalam Perjanjian Baru merujuk kepada Yesus Kristus yang disebut sebagai "anak domba Paskah" (1 Kor 5:7) atau "Anak Domba yang disembelih" (Wahyu 5:6). Ini menyangkut korban yang menyelamatkan kita. Yesaya 53:10 (TB) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah...
Matius 26:2 (TB) "Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan."
1 Petrus 2:24 (TB) Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Perlindungan dan Penyertaan Tuhan bagi umatNya adalah melalui Kuasa Korban Kristus.
KEDUA : ANAK SULUNG (MILIK KEPUNYAAN TUHAN). Kel. 13 : 1 - 2
Allah menghendaki setiap anak sulung menjadi milik kepunyaan-Nya, sebagaimana Allah memilih umat Israel sebagai anakNya yang sulung. (Kel. 13:1-2; Kel 4:22). Sebagai anak sulung (milik kepunyaan Tuhan), tentunya memiliki banyak keistimewahan. Seorang anak sulung diberikan hak dua bagian (dua kali lipat) lebih banyak dari yang lain. (Ul. 21:17), dan berhak naik Tahta (2 Taw. 21:3).
Yesus Kristus adalah Anak Sulung diantara banyak saudara (Mat. 1:25; Luk. 2:7; Rom 8:29). Ia adalah yang sulung dari segala yang diciptakan (Kol. 1:15). Demikianpun saya dan saudara sebagai Jemaat Tuhan, kita disebut juga sebagai anak-anak sulung (Ibr. 12:23). Pemimpin Jemaat (Gembala Jemaat) merupakan anak sulung dalam Jemaat Tuhan. Mereka patut dihargai dan dihormati (I Tim. 5:17).
Perlindungan dan Penyertaan Tuhan bagi umatNya adalah menjadikan umatNya sebagai milik kepunyaan Allah dan berhak menerima berkat ganda (Berkat Double Porsion).
KETIGA : TIANG AWAN DAN TIANG API (KUASA FIRMAN ALLAH). Kel. 13 : 21 - 22.
Allah menuntun perjalanan umat Israel melalui cara yang luar biasa, yakni Tiang Awan di siang hari dan Tiang Api di malam hari. Berjalan di Padang Gurun yang luas, membutuhkan tuntunan kuasa Allah yang besar itu. Tiang Awan di siang hari, melindungi umat Israel dari teriknya panas matahari di Padang Gurun. Sedangkan Tiang Api di malam hari menjadi penerang di tengah kegelapan sekaligus juga menghangatkan dari kedinginan.
Tiang Awan dan Tiang Api merujuk kepada Kuasa Firman Allah yang menjadi penuntun perjalanan orang percaya baik siang maupun malam. Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Perlindungan dan Penyertaan Tuhan bagi umatNya dalam Kuasa Firman-Nya menjadikan kita mampu melewati berbagai macam tantangan hidup ini, di tengah kesukaran apapun bentuknya, Tuhan akan membuat kita berhasil, dan menjadi lebih dari pemenang. Haleluyah.
MARILAH MENGAWALI TAHUN BARU 2023 INI DENGAN MENYERAHKAN HIDUPMU DALAM PERLINDUNGAN DAN PENYERTAAN TUHAN, MELALUI KUASA KORBAN KRISTUS, DENGAN MENJADI MILIK KEPUNYAAN TUHAN DAN DALAM KUASA FIRMAN TUHAN. AMIN.

Rabu, 21 Desember 2022

KAPAN DUNIA INI AKAN BERAKHIR ? (Sebuah Refleksi menjelang Natal dan Akhir Tahun).

Oleh : Fredrik Dandel, ST, STh, M.Ag.(Cand)

Tema atau pertanyaan di atas merupakan suatu spontanitas yang saya tulis untuk menjawab pertanyaan seorang teman yang tergabung dalam Group "KATA FILSAFAT" pertanyaannya adalah : Apa pertanyaan paling penting dalam hidupmu?. Tema ini jugalah yang saya sempat diskusikan dengan beberapa tokoh masyarakat dalam suatu pertemuan usai Ibadah pemakaman almh. YP kemarin (171222) di Talawid Tua.
Hal ini didasari atas suatu perenungan bahwa sekeliling kita pada kenyataannya sedang berbicara, sedang mengingatkan kepada kita bahwa hidup kita dalam dunia ini hanya sementara adanya. Generasi demi generasi berganti, ada yang lahir ada pula yang mati. Dunia ternyata masih belum berakhir saat ini, ia masih sedang berputar.
Dulu kita adalah anak2, sekarang kita telah menjadi dewasa, dan sebentar lagi tentunya akan menjadi tua dan uzur. Dulu kita masih melihat generasi orang2 tua kita, kemudian mereka telah meninggal, sekarang generasi kita yang berperan, tidak lama lagi kita sudah akan jadi penonton, bahkan kemudian akan pergi juga. Sehingga menjadi pertanyaan penting adalah : Kapan dunia ini berakhir ?
Mengapa pertanyaan ini saya katakan penting? Tidakkah kita pernah berpikir, bahwa umur dunia ini sudah lebih dari 6000 tahun (versi tafsiran Kitab Suci). Itu tentunya bukanlah waktu yang singkat bagi generasi yang sudah mendahului kita. Tidakkah mereka menginginkan supaya masa hidup dalam bumi ini akan segera berakhir, sehingga mereka akan segera menikmati hari yang telah dijanjikan itu?
Jika waktu kedatangan Tuhan Yesus Kristus pada kali kedua atau dengan kata lain "Kiamat" masihlah belum terjadi, sampai kapan kita semua akan menunggu masa itu?. Apakah kemudian generasi kita saat ini yang kemudian akan pergi juga, dan kita masih harus menunggu 1000, 2000, 3000 atau 4000 tahun lagi?
Saat ini mungkin adalah generasi kita yang sedang berperan dalam dunia ini. Apa yang akan terjadi pada generasi 1000 tahun yang akan datang, mungkinkah mereka masih mengenal atau mengingat keberadaan kita kelak ?. Saya rasa TIDAK, bahkan mungkin pusara kitapun sudah mereka singkirkan untuk kemudian didirikan bangunan lain diatasnya. Apalagi jika tanah leluhur (baca : warisan) itu kemudian telah berpindah tangan kepada orang lain, tidak butuh waktu lama bukan ?
😀😀😀
Jika kehidupan dalam dunia ini hanyalah bersifat sementara adanya. Maka sudah selayaknya lah kita harus memikirkan kehidupan yang kekal. Itulah sebabnya pertanyaan dalam tema di atas menjadi penting, sehingga kita dapat menginstropeksi diri kita, apakah kita telah merespon keselamatan yang telah Tuhan anugerahkan bagi kita ?
Pengharapan kita akan kedatangan Tuhan Yesus Kristus pada kali kedua sebagai Raja di atas raja, sebagai Hakim yang Agung dan sebagai Mempelay Laki-Laki Sorgawi tentunya pasti akan terjadi, meskipun kita semua tidak pernah tau kapan waktu dan masanya akan tiba. Semua akan terjadi sesuai kehendak Allah.

Minggu, 27 November 2022

BERSAMA TUHAN, KITA BISA !!! (Maz. 127:1)

Oleh : Pdm. F. Dandel, ST, STh, M.Ag.(Cand). 

Salomo, seorang Raja yang berhikmat menulis Mazmur ini, mengingatkan kepada kita bahwa segala sesuatu yang kita bangun ataupun yang kita jagai, jika tidak dilakukan bersama Tuhan, maka semuanya akan menjadi sia2. Dengan kata lain, jika kita menghendaki keberhasilan ataupun kemenangan dalam hidup ini, maka kita harus menyertakan/melibatkan Tuhan di dalamnya. (Bersama Tuhan, Kita Bisa !!!). 
Berikut beberapa pelajaran penting yang dapat kita petik terkait hal ini : 

1. Hal Tersebut Harus Sesuai Kehendak Tuhan. 

Ingat Kisah Menara Babel, Nimrod dan orang Babel mau mendirikan menara untuk mencari nama, dan supaya mereka tidak terserak ke seluruh bumi. (Kej. 11:4). Sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Allah, sebab ketika Tuhan Allah menciptakan manusia, Ia menghendaki mereka beranak cucu dan bertambah banyak; dan supaya memenuhi bumi...... (Kej. 1:28). 

Apa yang akan kita lakukan, kita harus memastikan bahwa hal tersebut berkenaan kepada Tuhan. Cerminnya adalah Firman Allah sebagai kebenaran yang mutlak. Jika hal tersebut bertentangan dengan kebenaran, maka jangan dilakukan !!!. Tapi jika hal tersebut sesuai dengan kebenaran, maka lakukanlah, dan engkau akan berhasil dan berbahagia. Haleluyah !!! 

2. Libatkan Tuhan Dalam Perencanaan. 

Sesuatu keinginan yang baik dan berkenaan kepada Tuhan, sebelum diwujudkan, kita susun perencanaannya dengan terus melibatkan Tuhan. Seringkali seorang yang merasa mampu, akan cenderung mengandalkan kekuatannya sendiri, dan mengabaikan kuasa Allah. Meskipun hal tersebut adalah hal yang baik, kita tidak boleh melupakan Tuhan dalam perencanaannya. Perihal ini, Yakobus telah mengingatkan kepada kita dalam Yak.4:13-17. 

Pilihan Lot atas Lembah Yordan, didasarkan atas penilaiannya melalui kacamata jasmani. Sesungguhnya tidaklah salah, sebab lembah tersebut sangat subur, padang yang berumput hijau karena dialiri oleh banyak air. Namun di sana menyimpan banyak ancaman, orang Sodom dan Gomora yang gaya hidupnya membuat Lot sangat tersiksa. Lihat Kej. 13:10-11; 18:20 dan 2 Ptr. 2:7). 

Sebab itu libatkanlah Tuhan dalam perencanaanmu, kita tidak perlu menjadi kuatir melainkan nyatakanlah itu melalui doa dan permohonan dengan ucapan syukur kepada Allah. Lih. Flp. 4:6. 

3. Siapkan Dirimu untuk Dipakai Tuhan. 

Dalam mewujudkan misi Tuhan, Ia tidak bekerja sendiri. Allah butuhkan orang-orang pilihanNya yang siap bekerja untuk misi tersebut. Untuk membangun Bait Suci, Tuhan memilih Salomo. Untuk membawa bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir, Allah memilih Musa. Untuk memasuki Tanah Kanaan, Tuhan memilih Yosua sebagai pemimpin. Untuk melebarkan Injil Kerajaan Allah, Tuhan Yesus perlu Rasul2, (termasuk saya dan saudara). 

Demikian juga untuk mewujudkan kerinduan kita yang berkenaan kepada Allah, yang telah kita serahkan dalam doa dan permohonan, Allah butuh kesiapan kita untuk Ia pakai. Disamping berdoa kita juga harus bekerja (Ora et Labora). Jika menghendaki keberhasilan dalam pelayanan, berilah dirimu dipakai oleh Tuhan. Yes. 6:8 :".... Siapakah yang akan Kuutus,..... maka sahutku : ini aku, utuslah aku !". Siapkan dirimu untuk bekerjasama dengan Tuhan, maka KITA PASTI BISA... !!! 

Happy Sunday... Selamat dan Sukses dalam pekerjaan dan pelayanan.... Tuhan Yesus memberkati..... Amin !!!

Minggu, 14 Agustus 2022

Lagu Daerah Sangir Siau dan Talaud 6

Su Naungku Tamailang 

Su Naungku Tamailang 
Maning Maliku u Dunia 
Soa i nariadi angku 
Soa nakalabu si sia 

Reef 

Maning maliku dunia 
mang katahendungang 
Maning mawulang mu taung 
mang kawulenang 
inang Yamang nangapia 
Nuhiking si sia 
oh Mawu-ku Ruata-ku 
abe tentang elang-U 
gawe ege gaghurangku 
hiking su pudarame 

Karangetang Sasaharane 
Tamata mang susundihange 
Ondong Ulu Tatialane 
Siau arenge tutune 

kembali ke reef

Bahaning su kabanarang
Somahe kai kehage
bahani su kabarang
Siau Jantung Hatiku

Sabtu, 18 Juni 2022

BERMENTAL KUAT (Bil. 13 : 25 – 33)

Oleh : Pdm. Fredrik Dandel, ST, STh, M.Ag.(Cand.)

Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" (Bilangan 13:30)

Untuk mencapai suatu tujuan, harap, damba atau cita-cita, kita tentunya memerlukan keteguhan hati dalam berjuang. Tidak ada sesuatu yang dapat kita capai tanpa perjuangan tentunya, dan dalam perjuangan itu, kita membutuhkan semangat atau Mental Yang Kuat. Jika disandingkan dengan defenisi Iman dalam Ibrani 11 : 1 maka Mental Yang Kuat itu merupakan iman.

Kisah dalam Bil. 13 : 25 – 33 yang merupakan ayat bacaan kita ini, mengkisahkan tentang 10 orang pengintai yang dipilih oleh Musa berdasarkan perintah Tuhan kepadanya, untuk memata-matai tanah Kanaan, suatu negeri yang dijanjikan Allah kepada Abraham dan keturunannya untuk dimiliki (Tanah Perjanjian). Namun ke-10 pengintai yang telah melaksanakan tugas mereka tersebut ternyata memilki suatu pandangan yang terbagi 2, antara yang Optimis Dapat Memenangkan Negeri Kanaan, dan yang Pesimis Akan Kemenangan Tersebut.

Mari kita periksa kisah ini secara lebih detil, tentang Apa Tujuan Sebenarnya dari Misi ke-10 Pengintai ini, Bagaimana Seharusnya Mereka Bersikap, dan Apa Konsekuensi dari Sikap / Laporan Mereka Tersebut ?

I.      Tujuan Misi Pengintai ke Tanah Kanaan.

Sebenarnya bangsa Israel, termasuk ke-10 orang pengintai yang semuanya adalah kepala-kepala di antara orang Israel (ay.3-16) menyadari bahwa tujuan daripada tugas yang dipercayakan kepada mereka hanyalah supaya mereka mengetahui cara / strategi tentara Israel dalam menyerang dan menduduki tanah Kanaan yang sudah diserahkan oleh Tuhan kepada mereka.

Mari kita perhatikan ayat 18 – 20, yang merupakan misi pengintaian itu, yang terbagi atas 2 bagian :

  1. Bagaimana keadaan negeri itu : apakah bangsa yang mendiaminya kuat atau lemah, apakah mereka sedikit atau banyak, apakah mereka diam di tempat-tempat yang terbuka atau ditempat-tempat yang berkubu; (persoalan jumlah, kekuatan dan perlindungan).
  2. Apakah negeri itu baik atau buruk, apakah tanah mereka gemuk atau kurus, apakah ada pohon-pohonan atau tidak; (persoalan hasil bumi / kemakmuran). 

Jika kita perhatikan dengan seksama pada ayat yang ke 2a, sesungguhnya tanah Kanaan itu telah Allah berikan kepada mereka. “Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; …”. Ayat ini merupakan penegasan Janji Allah kepada Abraham (Kej. 15:18); Negeri itu merupakan tanah yang dijanjikan Allah, kalau Allah sudah berjanji memberikannya, maka Ia sendirilah yang pasti akan menggenapinya. 2 Petrus 3 : 9a : ”Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, …..”

Dalam hal ini, jika ke-10 Pengintai yang adalah pemimpin-pemimpin suku bangsa Israel ini, meyakini akan janji Tuhan, maka seharusnya mereka tidak perlu berselisih pandang tentang keadaan negeri Kanaan tersebut. Namun seperti inilah keadaan kita selaku manusia, ada orang yang memandang janji Tuhan dengan yakin, namun ada juga orang kemudian menjadi ragu. Hal ini tentunya tergantung dari sikap hati kita dalam menerima janji firman Allah tersebut. Perhatikan perumpamaan tentang seorang penabur dalam Mat. 13:1-30; Mrk. 4:1-20 dan Luk. 8:4-15).

II.           Bagaimana Seharusnya Mereka Bersikap ?

Penerimaan kita akan kebenaran firman Allah, akan menentukan cara kita bersikap terhadap kebenaran firman Allah tersebut, dan ini akan teruji ketika kita menghadapi berbagai tantangan dalam hidup kita.

Ke-10 pengintai yang adalah pemimpin-pemimpin suku bangsa Israel tersebut ternyata memiliki sikap yang berbeda ketika mereka diperhadapkan dengan suatu kenyataan yang mereka lihat terhadap suku bangsa yang mendiami tanah Kanaan.

Benar mereka sepakat bahwa negeri tersebut memang negeri yang berlimpah susu dan madunya, bahkan mereka membawa hasilnya; bahwa orang-orang yang mendiami negeri itu merupakan bangsa yang kuat-kuat dan merupakan keturunan Enak (orang-orang raksasa); bahwa kota-kota mereka berkubu dan sangat besar. Namun mestikah dengan kenyataan tersebut akan melunturkan semangat kita ? akan melemahkan iman kita ? tidakkah mereka sadar akan perbuatan ajaib yang telah Tuhan lakukan kepada mereka, baik ketika mereka di Mesir sampai ketika mereka akan memasuki tanah yang Tuhan sudah janjikan kepada mereka ? tidakkah mereka sadar akan perkara-perkara ajaib / mujizat Allah tersebut ? bagaimana ketika mereka menyeberangi laut Teberau yang telah terbelah menjadi dua, bagaimana ketika Allah memberi mereka makan manna dan juga burung-burung ? dan sederatan perkara ajaib yang telah Allah nyatakan kepada mereka ? tinggal selangkah saja, mereka sudah akan memasuki tanah Perjanjian tersebut, mestikah mereka harus kembali lagi ke Mesir, dan kemudian mati di tengah jalan ?  

Bersyukurlah bahwa diantara ke-10 pengintai tersebut, ada 2 orang, yakni Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune yang memiliki iman yang teguh keyakinan akan janji Allah kepada umat pilihan-Nya. Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" (Bilangan 13:30)

III.         Apa Konsekuensi dari Sikap Mereka ?

Segala sesuatu terkait dengan sikap kita, apalagi menyangkut hubungan dengan Allah, tentunya memiliki konsekuensi.

Ketika sikap kita berkenaan kepada Allah atau kita memilih sikap yang benar dalam menghadapi suatu permasalahan atau pergumulan hidup, maka tentunya kita akan mendapatkan mahkota yang setimpal dengan itu. I Kor. 9:25 berkata : “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi”.

Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune mendapat perkenaan Tuhan untuk tetap hidup dan dapat masuk ke negeri Kanaan atau Tanah Perjanjian tersebut. (Bil. 14 : 30 dan 38).

Sedangkan kepada ke 8 orang pengintai yang lain itu, apakah yang terjadi kepada mereka ?. setelah mereka membuat hati umat Israel berontak kepada Musa dan kepada Tuhan, mereka akhirnya mati. (Bil. 14 : 36 - 38). Bahkan bukan hanya mereka saja yang mati, semua orang-orang Israel yang terpengaruh dengan informasi yang mereka sampaikan, tidak ada satupun yang masuk ke tanah Kanaan, mereka semua mati di padang gurun, dari yang berumur 20 tahun ke atas. (Bil. 14:29), sesuai dengan permintaan mereka dalam persungutan mereka. (Bil. 14 : 2). “Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini !!!”.

Persungutan akan mendatangkan celaka bagi kita. I Tes. 5:18 : “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”.

Doa : Tuhan ajarlah kami mengerti maksud dan kehendak-Mu dalam setiap kehidupan kami, sehingga kami memiliki Iman Yang Teguh di dalam Engkau, dan olehnya kami dapat menikmati mahkota kehidupan yang telah Engkau janjikan. Amin.