Minggu, 03 Juli 2011

Kaki Dian Emas / Pelita Emas / Kandil


Oleh : Fredrik Dandel, ST.

Penjelasan Umum :

Kaki Dian Emas disebut juga Pelita Emas atau Kandil (Ibrani : מנורה - MENÔRÂH; Bahasa Inggris : The Golden Candlestick) adalah merupakan alat atau benda yang sangat penting dalam Tabernakel (Kemah Suci). Letaknya berada didalam Ruang Suci, bersama-sama dengan 2 (dua) alat yang lain, yakni : Medzbah Dupa Emas dan Meja Roti Sajian. Kaki Dian Emas berada di sebelah Selatan, berhadapan dengan Meja Roti Sajian yang berada tepat di sebelah Utaranya dan Medzbah Dupa Emas di sebelah Barat di depan Tabir.

TUHAN memerintahkan Musa membuat Tabut Perjanjian beserta dengan alat-alat yang lainnya, termasuk Kaki Dian Emas ini untuk ditempatkan didalam Kemah Suci sebagai perlengkapan peribadatan Umat Israel kepada-Nya. Sedangkan Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan ditunjuk TUHAN sebagai dua orang ahli / tukang yang dipenuhi dengan Roh Allah untuk melaksanakan pekerjaan besar tersebut.

Kita dapat membaca tentang alat ini di dalam Alkitab, yakni kitab Keluaran 25:31-40; Keluaran 37:17-24 dan Imamat 24:1-4.

Fungsi Kaki Dian Emas :

Fungsi utama Kaki Dian Emas adalah sebagai alat penerangan di dalam Ruangan Suci. Tanpa terang dari Kaki Dian Emas maka Ruangan Suci berada dalam keadaan gelap. Pelitanya harus selalu menyala bagi TUHAN tanpa henti, dinyalakan mulai sore hari hingga keesokan harinya. Imam Harun dan keturunannya ditetapkan oleh TUHAN untuk mengatur lampu-lampu tersebut di hadapan-Nya. Sedangkan Umat Israel diwajibkan untuk membawa minyak zaitun tumbuk yang tulen untuk lampu, supaya lampu dapat dipasang dan tetap menyala.
Salah satu aspek dari Kaki Dian Emas adalah kenyataan bahwa apinya harus diambil dari bara pada Mezbah Tembaga / Medzbah Korban Bakaran.

Bentuk, Ukuran dan Bahan Pembuat :

Kaki Dian Emas seluruhnya terbuat dari emas murni (emas yang ditempa) seberat 1 (satu) talenta (± 150 kilogram), terdiri atas alas (kaki), batang, dan enam cabang. Keenam cabangnya timbul dari sisinya (batang), masing-masing tiga cabang dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain. Masing-masing cabang tersusun dari tiga kelopak bunga badam, disertai dengan tombol dan kembangnya, sedangkan khusus pada batangnya tersusun dari empat kelopak bunga badam, disertai dengan tombol dan kembangnya. Tujuh buah pelita dipasang masing-masing diatas keenam cabang dan batangnya tersebut.
Gambar pada beberapa uang logam dan gerbang Titus di Roma, dapat membantu kita untuk memperoleh bentuknya yg jelas. Ukurannya tidak ditulis di dalam Alkitab.

Pengertian Rohaninya :

Kaki Dian Emas merupakan gambaran dari Sidang Jemaat – seperti yang dijelaskan oleh Tuhan Yesus kepada Rasul Yohanes (Why. 1 : 20) : Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

Tujuh Pelita - Wahyu 4:5 tertulis demikian : “Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah”. Dengan lain perkataan ini adalah Roh Kudus dalam 7 keadaanNya. Angka tujuh dalam Firman berbicara tentang kesempurnaan ilahi. Tujuh pelita tersebut ditempatkan pada kandil, berbicara tentang Roh Kudus berdiam dalam diri Gereja Yesus Kristus.
Tanpa terang dari Kaki Dian Emas maka Ruangan Suci berada dalam keadaan gelap. Demikian juga zaman Gereja sepenuhnya berada dalam kegelapan tanpa Roh Kudus.

Emas murni, emas tempaan.Emas menunjuk pada kekayaan sorgawi yang ada pada Pribadi Allah. Dalam pengertian ini, Kaki Dian Emas menunjuk pada Pribadi Roh Kudus. Sidang Jemaat Tuhan yang dibaptis dengan Roh Kudus, harus menyinarkan kekayaan rohani ini. Dengan pertolongan Roh Kudus kekayaan rohani ini dikaruniakan kepada kita lewat Firman Allah, jika kita mau menggalinya dari “tambang Firman Allah” yang begitu dalam.
Untuk membentuk Kaki Dian Emas, maka emas tersebut harus ditempa, dipanaskan supaya mudah dipukul dan dibentuk. Sidang Jemaat adalah bagaikan emas yang dikerjakan atau ditempa!. Dalam hal ini terkandung pengertian “Sengsara”. Sidang jemaat harus mengalami proses sengsara semacam ini untuk dapat menjadi terang ditengah dunia yang gelap ini. Kristus telah mengalami sengsara itu !!!. Dia dipukul, dianiaya, ditikam, tubuh-Nya diremukan hingga darah-Nya tercurah, bahkan sampai mati di tiang kayu salib. Namun kemudian Dia bangkit kembali dari antara orang mati, mengalahkan maut. Suatu kemenangan besar yang juga telah dikaruniakan kepada kita sebagai Sidang Mempelai Perempuan Kristus !!!.

Kaki Dian Emas dibuat dari satu talenta emas artinya hanya Satu Roh Kudus yang memenuhi dan menuntun seluruh sidang jemaat - Efesus 4:4 - satu Tubuh, satu Roh - I Korintus 12:11-14.
Manusia cenderung untuk membangun tembok sekeliling lingkungannya sendiri. Seharusnya kita juga dapat menghargai pekerjaan Roh Kudus dalam jemaat-jemaat yang lain!. Kita masing-masing memang mempunyai keyakinan dan pendirian sendiri, namun kita dapat menghargai pekerjaan orang lain tanpa merugikan keyakinan dan pendirian kita sendiri!!!. Manusia sangat mudah menunjuk pada perbedaan-perbedaan pendapatnya dengan orang lain, sehingga dengan demikian tidak lagi dapat melihat tujuan utama dari pekerjaan Roh Kudus. Melalui “kaca mata hitamnya” yang penuh kritik, manusia hanya melihat kesalahan-kesalahan orang lain dan dengan demikian Roh Kudus dihalangi untuk memimpin kita dalam kesatuan persaudaraan dari Tubuh Kristus.

Batang dengan 6 cabangnya.
Batang mewakili Allah dan cabang mewakili manusia (angka 6 adalah angka manusia). Mengandung pengertian bahwa Yesus adalah pokok anggur (batang) dan kita adalah cabang yang keluar dari-Nya. Yohanes 15:5, "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya."
Keenam cabang tersebut melekat pada poros atau batang, ini menandakan persatuan kita dan hubungan dengan Kristus.

Kelopak, Tombol dan Bunga.
Kelopak, tombol dan bunga menunjuk keadaan/hidup berbuah-buah. Jadi tidak hanya bersinar, yakni : bersaksi tentang kebenaran dan kekayaan rohani, namun kita juga harus MENGELUARKAN BUAH, yang berarti : pada sidang jemaat Tuhan harus didapati buah-buah dan karunia-karunia Roh Kudus.
Pada 3 cabang disatu sisi ada 9 perangkat kelopak, tombol dan bunga dan pada 3 cabang disisi lainnya ada pula 9 perangkat kelopak, tombol dan bunga. Ada 9 buah-buah Roh (Galatia 5:22) dan ada 9 karunia-karunia Roh Kudus (I Korintus 12:7-11).
Tiap cabang memiliki 3 perangkat kelopak, tombol dan bunga, sedangkan batang memiliki 4 perangkat. Ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus Kristus telah dipenuhkan Roh Kudus melebihi ukuran yang ada pada manusia siapapun. (Yesaya 11:2; 61:1-2; Lukas 4:16-19; Wahyu 3:1; 5:6).

Sepit dan Penadah.
Sepit dan penadah adalah alat untuk menambah terangnya lampu dan alat untuk memadamkannya - ini menunjuk pada "proses penyucian."
Kedua proses ini ada pada sidang jemaat. Betapa celakanya jika Terang Roh Kudus dipadamkan dalam hidup kita – lebih celaka lagi jika seluruh sidang merupakan Pelita yang tidak terurus dan padam yang tidak lagi mengerti tugas sucinya !!!.
Bagaimana hal ini dapat terjadi? Jika kita tidak lagi mau tunduk dan menyerah kepada proses penyucian yang dikerjakan oleh Roh Kudus; jika dosa-dosa dalam sidang jemaat di “belai-belai” dan tidak ditangani dengan tegas namun lemah lembut !!!.

Minyak untuk Lampu.
Allah memerintahkan Harun dan anak-anaknya untuk menjaga lampu supaya tetap menyala dihadapan-Nya. Supaya lampu tersebut tidak padam, mereka harus menjaganya supaya tetap terisi dengan minyak zaitun yang murni (baca : Keluaran 27:20-21). Minyak zaitun murni hancur melambangkan urapan dari Roh Kudus. Lihat Ibrani 1:9, dan juga perumpamaan tentang 10 Gadis dalam Matius 25:1-13.

Kaki Dian Emas, berada dimana sekarang?
Dalam perjalanan sejarah Bangsa Israel, Kaki Dian Emas pernah juga dibuat oleh Raja Salomo , Zaman Bait Allah Pertama - sekitar abad ke-10 SM. (I Raja-Raja 7 : 49). Ia membuat 10 Kaki Dian Emas seperti itu (Ada yang menafsirkan bahwa Kaki Dian Emas yang dibuat oleh Salomo hanya satu namun bercabang 10). Perlu studi mendetail mengapa Raja Salomo membuat Kaki Dian Emas lebih dari satu, apakah Kaki Dian Emas yang dibuat oleh Musa tersebut telah hilang ataukah terdapat diantara ke 10 Kaki Dian Emas tersebut ?. Yang pasti adalah bahwa Tabut Perjanjian yang ditempatkan Raja Salomo di dalam Bait Allah yang dibangunnya adalah Tabut Perjanjian yang sama, yang dibuat oleh Musa.

Pada pembangunan Bait Allah ke-2 (diselesaikan dan ditahbiskan tahun 516 sebelum Masehi) seluruh perlengkapan Bait Allah yang diangkut tentara Nebukadnezar, Raja Babel ketika menundukan Yerusalem dan menghancurkan Bait Allah, dikembalikan oleh Koresh, Raja Persia. Tersebutlah Ezra yang adalah seorang Imam dan Ahli Taurat bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel. Dapat dipastikan bahwa seluruh perlengkapan yang dipergunakan dalam Bait Allah ke-2 juga akan mengikuti Tabernakel Musa. Dengan demikian Bait-Allah ke-2 hanya terdapat 1 Kaki Dian Emas;

Bait Allah kedua ini nampaknya bertahan sampai pada zaman Perjanjian Baru. Sekitar tahun 19 SM Raja Herodes menghabiskan banyak waktu dan uang untuk memperbaiki dan memperindah Bait Allah yang kedua. Pembagian tempat sama dengan pembagian dalam Kemah Suci. Perlengkapan-perlengkapan Kemah Suci termasuk Kaki Dian Emas didudukan pada posisi yang semestinya. Hanya saja Ruang Maha Kudus dibiarkan kosong karena Tabut Perjanjian sudah hilang ketika Bait Suci Salomo dihancurkan. inilah Bait Allah yang dibersihkan Tuhan Yesus sebanyak dua kali.

Akan tetapi, pada tahun 70 M hanya enam tahun setelah Bait Allah benar-benar selesai, setelah pemberontakan berkali-kali terhadap pemerintah Roma oleh orang Yahudi, Bait Suci dan seluruh kota Yerusalem dihancurkan kembali sehingga tidak dapat dihuni. Kemungkinan besar seluruh perlengkapan Bait Suci, termasuk Kaki Dian Emas dijarah oleh tentara Titus pada saat mereka menyerbu Yerusalem dan membakar Bait Suci.

Panel sebelah selatan Gerbang Titus menggambar- kan rampasan yang diambil dari Bait Allah. Kaki Dian Emas menjadi fokus utama, dan diukir dengan jelas. Benda-benda suci lainnya dibawa dalam prosesi kemenangan adalah sangkakala Israel dan Yerikho dan Meja Roti Sajian. Gerbang Titus ini dibangun pada Tahun 82 Masehi oleh Kaisar Romawi Domitianus setelah kematian kakaknya Titus untuk memperingati kemenangan Titus dalam Pengepungan Yerusalem pada tahun 70 Masehi.

Yosefus mencatat bahwa Kaki dian Emas terbawa selama kemenangan Vespasian dan Titus. Kaki Dian Emas mungkin tetap berada di Temple of Peace di Roma sampai kota dirampok oleh Visigoth di bawah Alaric I dalam Tahun 410 Masehi. Kaki Dian Emas kemudian dijarah oleh Vandal dalam perampokan Roma dalam Tahun 455 Masehi, dan dibawa ke ibukota mereka, Kartago. Para pasukan Bizantium di bawah Jenderal Belisarius pada Tahun 533 Masehi membawanya ke Konstantinopel. Menurut Procopius, mereka membawanya melalui jalan-jalan Konstantinopel selama prosesi kemenangan Belisarius'. Procopius menambahkan bahwa benda itu kemudian dikirim kembali ke Yerusalem di mana tidak ada catatan itu, meskipun bisa saja hancur ketika Yerusalem dijarah oleh bangsa Persia tahun 614.

Negara Israel menerapkan gambar Kaki Dian Emas dikelilingi ranting zaitun di kedua sisinya, dan tulisan "ישראל" (Bahasa Ibrani untuk Israel) di bawahnya. Negara Israel menerapkan lambang ini berdasarkan kompetisi lencana negara yang digelar pada tahun 1948. Lambang ini berdasarkan rancangan lambang yang diajukan oleh Gabriel dan Maxim Shamir, sementara elemen lainnya diambil dari karya Oteh Walisch adan W. Struski's serta Itamar David dan Yerachmiel Schechter. Gambar Kaki Dian Emas yang digunakan di lambang ini berdasarkan penggambaran Kaki Dian Emas pada Gerbang Titus.

Referensi:
Alkitab
Pdt. Carel Totaijs, Holland, Alat-Alat Tabernakel dan Arti Rohaninya, Diktat.

Gambar diunduh dari :

3 komentar:

  1. Syalom,.maaf saudara saudara yg di kasih Kristus Tuhan..nama saya Fredy tinggal di Jakarta pusat,.Saya mau bertanya,apakah berdosa seorang pendeta hanya Mengasihi kepada sesama umat dan jemaatnya tetapi tidak mengasihi abang nya ( Ayah saya) yang Dari kaum fakir Miskin? Kalau pun Sifat itu tidak berdosa buat kita,berarti ajaran tiap umat Kristen itu berbeda beda yaitu Kasihilah Hanya umat dan Jenis mu saja..ini nyata Terjadi pada keluarga saya..
    Sekian ,atas Perhtian Bapak dan Ibu saya ucapkan terima Kasih..Tuhan Memberkat kita semua..Amin

    BalasHapus
  2. Syalom,.maaf saudara saudara yg di kasih Kristus Tuhan..nama saya Fredy tinggal di Jakarta pusat,.Saya mau bertanya,apakah berdosa seorang pendeta hanya Mengasihi kepada sesama umat dan jemaatnya tetapi tidak mengasihi abang nya ( Ayah saya) yang Dari kaum fakir Miskin? Kalau pun Sifat itu tidak berdosa buat kita,berarti ajaran tiap umat Kristen itu berbeda beda yaitu Kasihilah Hanya umat dan Jenis mu saja..ini nyata Terjadi pada keluarga saya..
    Sekian ,atas Perhtian Bapak dan Ibu saya ucapkan terima Kasih..Tuhan Memberkat kita semua..Amin

    BalasHapus