Selasa, 29 Maret 2022

SUDAHKAH ENGKAU MENGENAL YESUS ? Mrk. 8 : 27 - 30

Oleh : Pdm. Wandy Makinggung, STh.
Disampaikan dalam ibadah Pos Pelayanan PETRA Talawid, 
Minggu, 27 Maret 2022. 

4 Tahapan Pengenalan akan Tuhan : 

Pertama : Tahap Perjumpaan Agama. 

Ini berbicara ttg Kekristenan pada umumnya. Mayoritas agama yang ada di wilayah kita, misalnya Sulawesi Utara atau Siau yang beragama Kristen. Kristen sejak lahir, orang tua Kristen, maka anak2pun Kristen. 
Pengenalan seperti ini tidaklah kuat, tidaklah menjamin pengenalan akan Tuhan yang sesungguhnya. Suatu riset membuktikan 8 dari 10 orang yang pergi ke gereja, tidak mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan. 

Kedua : Tahap Perjumpaan Pribadi Dengan Tuhan. 

Dalam tahapan ini, kita mengalami dan meraskan jamahan kasih Tuhan melalui Roh Kudus yang membuat kita begitu mencintai Tuhan. Semangat dalam beribadah, semangat dalam membaca Alkitab, semangat dalam berdoa, bahkan semangat dalam melayani pekerjaan Tuhan. 
Suatu Kasih mula-mula yang dirasakan oleh setiap anak2 Tuhan yang memiliki kerinduan besar hidup sesuai kehendak Tuhan. 

Ketiga : Tahap Pengenalan

Proses untuk menjadi murid Tuhan. Dibentuk dalam pengenalan kepada Allah yang sesungguhnya. Dalam tahap ini, kita akan mengalami banyak pergumulan, tetapi melalui pergumulan tersebut, akan menentukan kualitas kita sebagai murid Tuhan yang sesungguhnya. 

Keempat : Tahap Persahabatan dengan Allah 

Ketika kita menjadikan Allah sebagai sahabat kita, atau lebih tepatnya Allah yang menjadikan kita sebagai sahabatNya, maka segala sesuatu yang rahasiapun akan disingkapkan Allah kepada kita. Lih. Kej. 18:17. 
Dalam tahap ini, dapat dikatakan bahwa hubungan kita dengan Allah sudah begitu dekat, sudah begitu intim. Tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang dirahasiakan bagi kita, karena Allah begitu mempercayai kita, begitu mengasihi kita. 

Dimanakah tingkat pengenalanmu saat ini? Mari kita belajar untuk terus mengenal Tuhan dan kuasa kasihNya. Amin.

Sabtu, 19 Maret 2022

SESUAI PETUNJUK ALLAH (Bacaan : Kel. 25 : 1 – 9)

Oleh : Pdm. Fredrik Dandel, ST, STh, M.Ag. (Cand.)

Ayat 8 dan 9 : Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka. Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."

Musa adalah seorang hamba Allah yang diberikan perintah khusus untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, dari tanah perbudakan menuju ke suatu negeri yang berlimpah susu dan madunya, suatu Tanah Perjanjian yang diberikan oleh Tuhan kepada Abraham dan keturunannya.

Sebagai umat pilihan Allah, bangsa Israel menjadi suatu bangsa yang sangat istimewa dalam pemandangan Allah. Allah berkeinginan mewujudkan misinya bagi manusia melalui bangsa ini. Allah berkenaan menyatakan firmanNya kepada manusia melalui mereka.

Mendirikan Kemah Suci, merupakan suatu perintah Allah kepada Musa dengan maksud supaya Allah berdiam di tengah-tengah bangsa Israel. Allah yang Maha Kudus rindu untuk berada dekat dengan umat pilihanNya tersebut. Oleh karena itu, untuk mendirikan suatu tempat kediaman Allah di tengah-tengah umat pilihanNya, maka segala sesuatunya haruslah dibuat berdasarkan kehendak Allah. Itulah sebabnya Musa diperintahkan mendirikan Kemah Suci tersebut menurut segala apa yang ditunjukkan Allah kepadanya sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah Musa harus membuatnya.

Allah Menunjukkan Kepada Musa Contoh Kemah Suci. Ay. 9a

Kemah Suci ini merupakan rancangan Allah sendiri. Allah bertindak sebagai Arsiteknya. Artinya bahwa ini merupakan proyek Allah untuk manusia yang Ia ingin wujudkan melalui Musa, hamba-Nya. Allah menunjukkan pola Kemah Suci tersebut supaya Musa dapat melihat gambarnya dan membuat Kemah Suci tersebut sesuai dengan gambar tersebut.

Kenapa hal ini harus demikian ? karena ini merupakan proyek Allah Yang Kudus. Manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, tidak mampu merancangkan sesuatu yang Ilahi, sesuatu yang kudus, sesuatu yang berkenaan kepada Allah, melainkan Allah-lah yang harus bertindak sebagai perancang.

Kecenderungan manusia yang berdosa adalah melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan hatinya yang berdosa itu. Manusia tidak dapat berkenaan kepada Allah jika Allah tidak menjunjukkan jalanNya kepada manusia. Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, mereka berusaha menyematkan daun ara untuk menutupi ketelanjangan mereka. Tetapi Allah menjumpai mereka dan menutupi ketelanjangan mereka dengan membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia itu dan untuk isterinya lalu mengenakannya kepada mereka. Suatu gambaran pengorbanan yang akan digenapkan melalui pengorbanan Kristus di tiang kayu salib, korban Tubuh dan Darah Tuhan Yesus-lah yang akan menguduskan manusia sehingga manusia dapat berkanaan kepada Allah.

Allah Menghendaki UmatNya Memberi Dengan Ketulusan Hati. Ay. 2.

"Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu”.

Dalam proyek Ilahi ini (mendirikan Kemah Suci), Allah tidak bekerja sendiri, Ia menghendaki keterlibatan umat pilihanNya yang terdorong hatinya untuk memberi persembahan khusus.

Pekerjaan Tuhan harus dibangun berdasarkan ketulusan hati, tidak dengan paksaan. Allah tidak bertindak otoriter, Allah menghendaki manusia memakai kehendak bebas (free well) untuk mewujudkan visi dan misiNya dalam dunia ini.

Korintus 9:7 (TB) Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Umat Allah Harus Membawa Persembahan Yang Berharga. Ay. 3-7.

Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: emas, perak, tembaga; kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kambing; kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit lumba-lumba dan kayu penaga; minyak untuk lampu, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian, permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.

Sesungguhnya yang Allah kehendaki dalam proyek ilahi ini adalah pengorbanan umatNya. Korban persembahan yang diinginkan Allah adalah sesuatu yang terbaik. Bukan sesuatu yang asal2an. Bukankah Ia adalah Pencipta Langit dan Bumi ini ? Ia yang memiliki segala sesuatu yang ada di Bumi ini. Yang Ia kehendaki adalah kita memberi yang terbaik, yang mulia, yang berharga kepada Dia.

Roma 12:1 (TB) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Sabtu, 12 Maret 2022

LAPORAN VIDEO PEMBELAJARAN : PENDEKATAN INTEGRATIF GARY COLLINS DAN SIGNIFIKANSINYA DALAM PELAYANAN KONSELING KRISTEN

Oleh : Fredrik Dandel, ST, STh, M.Ag. (Cand.) 
(Mahasiswa Magister Pastoral Konseling di STT Bethel Indonesia Jakarta)

Pendahuluan :

Metode pembelajaran dengan menonton video merupakan suatu metode pembelajaran yang masuk dalam kategori daring (dalam jaringan). Istilah ini dalam KBBI berarti terhubung melalui jaringan computer, internet dan sebagainya.Metode ini menjadi sangat popular dan lasim digunakan dalam pembelajaran semenjak maraknya pandemic Covid-19 di semua belahan bumi termasuk Indonesia.

Video pembelajaran yang direkomendasikan oleh Dosen pengampu Mata Kuliah “Integrasi Teologi dan Psikologi” yakni Bpk. Junifrius Gultom, PhD tersebut setelah ditonton melalui link : https://www.youtube.com/watch?v=UT4vQ6RbQh4 dengan  judul Pendekatan Intergratif Gary Colins dan Signifikasinya dalam Pelayanan Konseling Kristen, penjeleasan umum tentang video ini adalah sebagai berikut:

  • Video pembelajaran tersebut merupakan suatu acara Webinar yang diselenggarakan oleh Asosiasi Konselor Kristen Indonesia (AKKI) pada tanggal 2 Maret 2022 yang baru lalu (sesuai tanggal upload Video), 
  • Video tersebut berdurasi 1 jam 43 menit dan 59 detik. Dengan rincian : 1 menit pertama merupakan pengantar dari moderator, dilanjutkan kemudian dengan presentase materi oleh Bpk. Pdt. Yakub B. Susabda PhD selama kurang lebih 1 jam 6 menit dan kemudian Tanya jawab hingga penutup selama kurang lebih 35 menit.
  • Pendekatan Integratif Gary Collins dan Signifikansinya dalam pelayanan konseling Kristen adalah topik yang di bawakan oleh Pdt. Yakub B. Susabda Ph.D yang sangat mengenal alm Gary Collins. Pdt. Yakub B. Susabda PhD bukan hanya menjelaskan tentang konsep Integratif dari Gary Collins, tetapi juga menjelaskan tentang konsep pendekatan Integratif yang di bangun oleh Pdt. Yakub B. Susabda berdasarkan konsep Integratif dari Gary Collins.

Secara kualitas materi yang disampaikan melalui video ini, sangat baik dan menarik, tentunya sangat membantu banyak konselor, para hamba Tuhan dan mahasiswa termasuk saya  untuk memahami dan menjadi tahu tentang Integrasi Teologi dan Psikologi. Pdt. Yakub B. Susabda PhD adalah seorang Evangelis Christian Conselor yang sangat professional di bidangnya, telah menulis banyak buku terkait Pastoral Konseling, beliau termasuk salah seorang Dosen pada  STT RI.

Materi Pembelajaran Dalam Video :

Penyampaian materi yang sangat terstruktur yang disajikan oleh Pdt. Yakub B. Susabda PhD, telah membantu saya untuk memahami :

  • Mengenal Salah seorang tokoh dalam Bidang Konseling Kristen, yakni Gary L. Collins, PhD, yang dinobatkan oleh Psychotherapy Networker Magazine sebagai Bapak Konseling Kristen, menulis banyak buku Konseling dan salah satu buku yang dalam edisi Bahasa Indonesianya “Konseling Kristen Yang Efektif” (buku ini saya sudah pesan di Lazada, karena kendala teknis baru akan tiba pada tanggal 15 Maret nanti). Gary L. Collins, PhD merupakan seorang Evangelis Christian Counseling yang juga sangat memberi pengaruh besar kepada Pdt. Yakub B. Susabda PhD, seorang yang dikenal dekat dengan Pdt. Yakub B. Susabda PhD.
  • Prinsip Dasar Konseling Kristen menurut Gary L. Collins :
  1. Conseling is all about stories : stories about people lives include early experience, beliefs, trumps, tragedies, decisions, disappointments, crises and time off great joy.
  2. Dengan Basic Premise That “All Truth is God’s Truth” Garry Collins mengingatkan semua psikolog dan Konselor Kristen untuk lebih mempercayai Alkitab dan Teologi Injili daripada Psikologi.
  3. Garry Collins Approach on Integration : Transformed Integration (Psychology and Theology) Jelas sekali tujuannya semata-mata adalah memakai Psichology untuk melengkapi Theology.

  • Integrasi Teology dan Psikhology adalah realita yang tak terhindarkan. Itulah sebabnya Garry Collins Develop His Approach on Integration (Transformed Integration) dengan Tujuan Melengkapi iman Kristen dengan Filter (alat untuk menyaring) yaitu 6 working principle pada saat konselor Kristen memakai Ilmu Psikologi :

  1. Expanded Empiricism
  2. Determinism and Freewill
  3. Biblical Absolutism
  4. Modified Reductionism
  5. Biblical Antropology
  6. Christian Supernaturalism

  • Dengan kesadaran baru yang Gary Collins hadirkan : Bahwa intergrasi adalah untuk melengkapi kehidupan orang beriman. Yang paling utama dari integrasi teologi dan psikologi adalah apa yang dialami oleh the Integrator yaitu individu orang beriman. 
  • Tidak Ada Teologi Tanpa Psikologi. Kalau kita mampu mengupayakan Integrasi Teologi dan Psikologi maka kitapun dapat menghasilkan KEMENANGAN ORANG PERCAYA. 
  • Integrasi adalah perjumpaan antara “kebernaran Firman Allah”dan “Psychological reality jiwa kita masing-masing”sebagai integratornya. Integrasi adalah perjumpaan Firman Allah dengan diri kita yang sesungguhnya. 
  • Tanpa psikologi semua bagian Alkitab yang bicara tentang manusia, tak mungkin dapat dijelaskan oleh Teologi. Signifikasinya dalam prinsip Pelayanan Konseling Kristen :

  1. Dengan Basic Premise “All Truth God’S Truth,” Then, Pelayanan Konseling Kristen harusnya didasarkan pada konsep “embodied integration” dimana konselor haruslah menjadi the Integrator between Teologi dan Psikologi.
  2. Meskipun Setiap Konselor Kristen Juga “a Wounded Healer”ia tetap dipanggil untuk menolong setiap klien nya juga untuk mengalami “The Truth That Set Them Free.”
  3. Objektif pelayanan Konseling bukan Cuma “membebaskan klien dari gangguan masalah”tetapi menciptkan kondusif atmosfer to grow toward self-actualization sebagai orang beriman yang dapat berdiri mempertanggungjawabkan hidupnya seutuhnya di hadapan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus.

Penutup

Ketika telah memahami hal-hal sebagaimana dimaksud diatas, faedah video pembelajaran ini bagi saya baik selaku mahasiswa maupun pembantu Gembala dalam pelayanan Konseling Kristen adalah mampu mengapilkasikan kaidah-kaidah dalam Ilmu Integrasi Teologi dan Psikologi ini kedalam pelayanan yang lebih berkualitas, terutama dalam melakukan konseling kepada jemaat atau umat yang tentunya dengan tetap mengutamakan Roh Kudus dan Kebenaran Firman Allah dalam kehidupan kita.

Demikian Laporan Menonton Video Pembelajaran ini saya sampaikan kepada Pak Dosen, Tuhan Yesus memberkati………….. Amin.

Sabtu, 12 Februari 2022

Menghadirkan / Membangun Kerajaan Allah (Mat. 6 : 9 & 10)

Oleh : Pdm. Fredrik Dandel, ST, STh. 

Pendahuluan :

Istilah Kerajaan Allah, dalam King James Version disebutkan : “Kingdom of God” yang diterjemahkan dari bahasa Yunani : “Basileia tou Theou”. Kerajaan Allah dan Kerajaan Sorga atau Kerajaan Langit (Yunani : Basileia ton Ouranon), menggambarkan suatu gagasan yang sama. 

Kata “Kerajaan Allah” disebut sebanyak lebih dari tujuh puluh kali di dalam Perjanjian Baru. Istilah ini tidak ditemukan dalam Perjanjian Lama. Namun Kerajaan Allah merupakan konsep yang berakar dalam Perjanjian Lama, yang kemudian ditekankan oleh Yohanes Pembaptis;dan penggenapan melalui Yesus Kristus;dalam zaman Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Lama, ada beberapa nats yang berbicara mengenai perkataan yang searti dengan Kerajaan atau pemerintahan Allah, terutama dalam Kitab Mazmur dan Nabi-Nabi. 

Nabi Daniel menyinggung tentang perihal Kerajaan Allah ini ketika menyingkapkan mimpi Raja Nebudkadnezar, yakni mimpi tentang patung yang amat besar, yang kepalanya terbuat dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggannya dari tembaga, pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat). Pada Daniel 2 : 44 dikatakan : Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain : kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya. Hal mana mengingatkan kita kepada janji Allah dengan Daud yang disebut sebagai Perjanjian Daud dalam 2 Samuel 7 : 9 - 16. Ayat 12 – 14 : “……………… maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku.” 

Pengertian :

Meskipun dalam pelayanan misiNya di dunia, Tuhan Yesus sangat menekan arti pentingnya Kerajaan Allah ini. Luk. 4:43 : …………. Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” Bandingkan dengan Luk. 9:2 : Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang. Namun Tuhan Yesus tidak pernah mendefinisikan secara gamblang apa yang dimaksudkanNya dengan “Kerajaan Allah”. Ketika dihadapan Pontius Pilatus, sebagai jawaban atas tuduhan Ia sebagai pemberontak, Tuhan Yesus menjawab : “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” (Yoh. 18:36). 

Lalu apa sesungguhnya pengertian Kerajaan Allah itu ? Rasul Paulus memberi penjelasan tentang Kerajaan Allah sebagai berikut : 
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Roma 14 : 17. Selanjutnya :
Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. 1 Kor. 4 : 20. Bandingakan dengan Mat. 12:28 : “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Perihal kalimat sudah datang kepadamu, jelas dikatakan dalam doa Bapa Kami : …… datanglah KerajaanMu di bumi seperti di Sorga. 

Dari penjelasan-penjelasan sebagaimana tersebut diatas, maka dapatlah disimpulkan sebagai berikut : 
  • Kerajaan Allah adalah menyangkut pemerintahan Allah, dimana Allah yang berdaulat atas semua ciptaanNya. 
  • Kerajaan Allah adalah menyangkut perihal rohani, yakni soal : kebenaran, damai sejahtera, sukacita oleh Roh Kudus, dan Kuasa. 
  • Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga itu ada di Sorga, ada di dunia, bahkan ada di dalam diri manusia tertentu. 
Jika Kerajaan Allah termasuk juga ada dalam dunia ini dan ada di dalam diri manusia, maka marilah kita memiliki suatu kewajiban / kerinduan untuk “Menghadirkan / Membangun Kerajaan Allah”. Pertanyaannya kemudian adalah, bagaimana caranya kita “Menghadirikan / Membangun Kerajaan Allah” tersebut ? 

Pertama : Menempatkan Kerajaan Allah Sebagai Tujuan Utama Dalam Hidup Kita 

Untuk menghadirkan / membangun Kerajaan Allah, pertama sekali kita membutuhkan komitmen. Komitmen tersebut adalah menempatkan Kerajaan Allah sebagai tujuan utama dalam hidup kita. Bukan berarti kita tidak memiliki tujuan-tujuan lain dalam hidup ini. Namun tujuan utama hidup kita adalah Kerajaan Allah. Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 

Tidak dapat disangkali bahwa sebagai manusia kita tetap membutuhkan hal-hal jasmani, persoalan makan, minum, pakai, tempat tinggal bahkan hal-hal jasmani lainnya. Tetapi sesungguhnya hal-hal itu bukanlah yang utama dalam hidup ini. Mat. 6:25b : Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian ? Sesungguhnya Allah mengetahui segala keperluan saudara dan saya. Jika kita mengutamakan Kerajaan Allah, mengutamakan otoritas Allah dalam kehidupan kita, mengutamakan hal-hal rohani (kebenaran, damai sejahtera, sukacita dan kuasa Allah) dalam hidup kita, maka kita tidak perlu kuatir akan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah kita. Allah sanggup memenuhi segala sesuatunya itu, sebab Ia adalah Pencipta langit dan bumi ini. Segala sesuatu Ia yang menjadikannya, dari tidak ada menjadi ada. 

Ketika kita menempatkan Kerajaan Allah sebagai sesuatu hal yang utama dalam hidup kita, maka akan tersedia upah yang besar bagi kita, baik dalam hidup ini maupun pada hidup yang akan datang. Luk. 18: 29 : ………. Akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.” 

Kedua : Bertobatlah dan percayalah kepada Injil !!!. 

Langkah kedua untuk kita Menghadirkan / Membangun Kerajaan Allah adalah Bertobat dan percaya kepada Injil. Tuhan Yesus dalam misi untuk memberitakan Injil Allah berkata dalam Mrk. 1:15 sebagai berikut : ……”waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil !.”

Kita tidak mungkin menghadirkan / membangun Kerajaan Allah jika kita tidak bertobat dari kehidupan kita yang lama dan menjadi manusia baru. Pertobatan itu sangat penting artinya dalam kehidupan kerohanian kita. Bertobat berarti : sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan tersebut (KBBI). Dalam Kemah Suci pertobatan terkena kepada Mesbah Korban Bakaran. Para Imam ditugaskan oleh Allah untuk mempersembahkan korban bakaran bagi umat Israel yang melakukan kesalahan / dosa kepada Allah untuk diperdamaikan dengan Allah. Untuk itu, umat Israel wajib menyediakan domba atau lembuh jantan yang tidak bercacat sebagai korban penghapus dosa. Korban lembuh dan atau domba jantan yang tak bercacat celah tersebut digenapi dalam Perjanjian Baru dalam pribadi Yesus yang merupakan Juruselamat Dunia.

Oleh sebab itu, kita yang sudah bertobat dan menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi kita, harus percaya akan berita Injil Kerajaan Allah. Yoh. 3 : 16 berkata : “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Membangun Kerajaan Allah, berarti kita menerima kabar keselamatan tersebut. Membangun Kerajaan Allah, berarti kita harus menerima Yesus Kristus sebagai satu-satunya jalan menuju kepada Bapa. Yoh. 14:6 : Kata Yesus kepadanya : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”


Ketiga : Hasilkanlah Buah Kerajaan Allah itu.

Mat. 21:43 berkata : “Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” Ini artinya bahwa jika kita tidak mau kehilangan Kerajaan Allah, maka kita harus menghasilkan buah Kerajaan Allah tersebut.

Buah yang dimaksudkan tersebut terdiri atas empat hal, yaitu : Buah Pertobatan (Mat. 3:8); Buah Kebenaran (Flp. 1:11; Yak. 3:18); Buah Roh (Gal. 5:22), serta Buah Injil / Buah Pelayanan (Rm.1:13; Kol. 1:6).

Tentang buah Injil / buah pelayanan, dalam Luk. 9:2 berkata : “dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang.” Selanjutnya dalam Luk. 9:60 : … Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.

Menghadirkan / Membangun Kerajaan Allah berarti kita bukan saja hanya menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat, tetapi kita juga harus memberitakan Injil Kerajaan Allah tersebut, sebab Yesus Kristus telah menjadi teladan bagi kita dalam memberitakan Injil Kerajaan Allah sampai kita dapat menempuh jalan keselamatan tersebut. Maka kitapun memiliki kewajiban untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah tersebut, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku : “Yesus Kristus adalah Tuhan,”bagi kemuliaan Allah, Bapa ! (Filipi 2 : 10-11).

Sesaat sebelum Tuhan Yesus Kristus terangkat ke Sorga, dalam pesan terakhirnya kepada murid-muridNya yang bersama dengan Dia, Tuhan Yesus berkata : “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya : ……………” Mrk. 16 : 15 – 18, yang dikenal dengan Amanat Agung.


Penutup :

Ketika kita terpanggil dan memiliki kerinduan untuk Menghadirkan / Membangun Kerajaan Allah, maka suatu hal juga yang tidak boleh kita lupakan adalah bahwa, kita yang mau membangun Kerajaan Allah, maka kita tentunya ingin untuk masuk dan menikmati Kerajaan Allah tersebut.


Untuk menikmati Kerajaan Allah, maka sikap hati kita adalah sebagaimana yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus dalam Lukas 6:20; Mat. 5:3 sebagai berikut :  “Berbahagialah hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.” Artinya kita harus sadar bahwa segala sesuatu adalah karena kasih karunia Allah kita. Haleluyah ….. Amin.

Sabtu, 05 Februari 2022

WASPADALAH TERHADAP PENYESATAN !!!

Oleh : Pdm. Fredrik Dandel, ST, STh. 

Banyaknya pengajaran (doktrin) dalam kekristenan, menuntut kita untuk lebih bersungguh-sungguh dalam mengikut Tuhan. Sehingga kita memiliki pondasi (iman) yang kuat dalam Kristus Yesus Tuhan. 

Oleh sebab itu, mengikut Tuhan bukan hanya sekedar datang beribadah, melayani, menyanyi, menyembah, berdoa, dengar Firman, persembahan, kemudian doa berkat/penutup. Tetapi ikut Tuhan menyangkut tentang Iman, Pengharapan dan Kasih. 3 hal penting yang disampaikan Rasul Paulus dalam 1 Kor. 13 : 13 "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya adalah kasih. 

Khusus berbicara tentang Iman, dalam Ibr. 11:1 iman didefenisikan sebagai "dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Selanjutnya dalam Rom. 10:17 berkata : Iman tumbuh dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

Begitu pentingnya perihal memiliki iman itu, sehingga Tuhan Yesus sendiri berkata dalam Luk..18:8 :"Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi? 

Jika kita sadar, betapa pentingnya iman, maka marilah kita bersama saling membangun iman sesama tubuh Kristus (jemaat Tuhan). Dengan mengajarkan dan mendengarkan Firman yang benar dan sehat !!! Sehingga kita dan jemaat Tuhan boleh bertumbuh dalam komposisi iman yang benar dan sehat pula. 

Seorang yang memposisikan dirinya sebagai pengajar dalam jemaat, harus terlebih dahulu memiliki pemahaman yang benar akan kebenaran Firman Allah. Sebab kalau tidak, akan sangat berbahaya, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi sangat berbahaya bagi orang yang mendengar dan yang kemudian mengikutinya !!! 

Wasapadalah terhadap pengajaran yang salah/sesat. Apa yang kita dengarkan, akan berpengaruh dalam pembentukan komposisi imanmu, yang akan sangat menentukan hidupmu sampai kepada kekekalan !!! 

Doa : Tuhan Yesus Kristus, kasihanilah kami anak2Mu, ajarlah kami untuk mengerti dan bertumbuh dalam FirmanMu, sehingga kami tidak terombang-ambing oleh berbagai kesesatan dunia. Roh Kudus kuatkanlah iman kami. Haleluyah Amin.