Sabtu, 25 Februari 2023

Teologi Proper Materi 1 (Allah Ada)

Oleh : Pdm. Fredrik Dandel, ST, STh

(Mahasiswa Magister Teologi Sekolah Tinggi Teologi Rumah Murid Kristus - Bitung) 

Teologi proper adalah studi tentang Allah dan sifat-sifat-Nya. Teologi proper memberi kita pemahaman tentang siapa Allah dan apa yang Dia lakukan. Memang sungguh mustahil bagi kita untuk memahami Allah secara sempurna, dengan pengetahuan kita. Namun demikian kita dapat mendiskripsikan Allah berdasarkan Alkitab. Alkitab menjelaskan kepada kita hal-hal yang penting dalam menjawab berbagai pertanyaan, apakah Allah ada, bagaimana sifat-sifat Allah, siapa nama Allah, serta bagaimana memahami hakikat Allah Tritunggal.Dalam tulisan pertama ini, penulis membahas tentang Keberadaan Allah untuk menjawab suatu isu penting tentang Apakah Allah ada ? serta bagaimana sifat-sifat Allah ?. 

 ALLAH ADA 

Apakah Allah benar-benar ada? Pertanyaan ini, menjadi suatu pertanyaan yang sangat menggelitik, suatu pertanyaan yang sesungguhnya dapat dijawab dengan mudah, namun seringkali menjadi pertanyaan yang selalu berulang dari masa ke masa, mengingat didapati adanya manusia sebagai ciptaan Allah yang tidak mempercayai bahwa Allah benar-benar ada. Raja Daud mengatakan bahwa hanya orang bodoh yang berkata di dalam hatinya, “tidak ada Allah” (Mzm. 14:1). Golongan yang menyangkal keberadaan Allah disebut sebagai Atheis. Atheis sebenarnya terbagi atas dua, yaitu atheis teoritis dan atheis praktis. Atheis teoritis menyangkal keberadaan Allah dengan menggunakan argumentasi-argumentasi rasional. Sedangkan atheis praktis, menyangkal keberadaan Allah di dalam praktek hidup mereka. Umumnya mereka hidup seolah-olah tidak ada Allah. (band. Maz. 10:4; 14:1; Ef. 2:12). 

Sebagai tameng terhadap serangan dari pihak atheis ini, maka ada pihak yang mau membuktikan keberadaan dengan menggunakan argumentasi-argumentasi rasional, diantaranya : 

a.      Argumentasi Kosmologis (sebab akibat) ; 

Dunia ini tidak terjadi dengan sendirinya. Segala sesuatu dalam dunia ini terjadi karena ada penyebabnya. Tuhan diyakini sebagai sebab yang pertama. Kelemahan argumentasi ini adalah bahwa bila segala sesuatu ada sebabnya, maka tentunya Tuhan juga ada sebabnya. 

b.    Argumentasi Teologis ; 

Di dalam alam semesta terdapat suatu keteraturan. Planet tidak bertabrakan, dan sebagainya. Hal ini berarti bahwa pasti ada sesuatu yang mengatur keberadaannya, Tuhan diyakini sebagai pengatur alam semesta ini. Kelemahan argumentasi ini adalah : Masih belum dapat dibuktikan bahwa Tuhanlah yang mengaturnya. Bagaimana terhadap kejahatan yang terjadi dalam dunia ini, yang menimbulkan kekacauan ? 

c.    Argumentasi Ontologis ; 

Di dalam diri setiap orang terdapat kesadaran tentang Allah, karena itu Allah pasti ada. Kelemahan argumentasi ini adalah : Apa yang dipikirkan manusia belum tentu ada. Contoh : tokoh Supermen atau Robinhood sang pahlawan yang menjadi dambaan banyak orang, sebenarnya tidak pernah ada walaupun banyak orang memikirkan tentang keberadaannya. 

d.    Argumentasi Moral (Anthropological); 

Di dalam diri setiap orang terdapat kesadaran moral (tahu membedakan antara yang baik dan yang jahat. Darimana datangnya kesadaran itu? Tentu dari Tuhan. Kelemahan argumentasi ini adalah : anggapan tentang norma-norma yang baik dan jahat tidak selalu sama untuk setiap masyarakat/bangsa. 

e.     Argumentasi Congruity (Persamaan); 

Jikalau kita memiliki anak kunci yang cocok dengan kuncinya, kita memiliki kunci yang benar. Jika Allah ada, segala sesuatu yang berhubungan dengan penciptaan, agama, alam dan sejarah manusia telah terjawab. Orang atheis meninggalkan semua hal ini tanpa keterangan. 

f.    Berdasarkan Alkitab ; 

Alkitab menyatakan dengan sangat jelas bahwa Allah ada. Dalam Kejadian 1 : 1 berkata : “Pada mulanya Allah …..”. selanjutnya dalam Roma 1 : 19-20 : “Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” Dan masih banyak ayat-ayat firman Tuhan dalam Alkitab yang menyatakan keberadaan Allah, diantaranya Kel. 3:14; Kel. 20:2; Yes. 51:12; Ul. 32:39; Yes. 6:1-8; Yer. 1:4-10; Kis. 26:12-18, Ibr. 11:6 dll. Sesungguhnya Allah tidak memerlukan penjelasan mengenai keberadaanNya. Allah tidak perlu membuktikan kebenaran Alkitab ataupun mau berdebat dengan manusia tentang keberadaan-Nya. IA MENSAHKANNYA…. !!! 

g.    Berdasarkan Pengalaman Pribadi ; 

Setiap orang orang Kristen memiliki kesaksian pribadi tentang pengalamannya dengan Allah. Ini sebenarnya sudah cukup membuktikan bahwa Allah ada dan hidup. Pengalaman-pengalaman tersebut diantaranya adalah : Allah menjawab doa-doa. Kenyataan bahwa manusia berdoa dan doa-doanya terjawab, membuktikan bahwa Allah ada. Allah menyelamatkan jiwa orang berdosa. Banyak kesaksian orang yang diubahkan oleh kuasa Tuhan, orang bertobat dan lahir baru. Allah menyembuhkan orang sakit. Setiap kali terjadi mujizat, membuktikan bahwa Allah ada dan berkuasa. Manusia suka bersekutu dengan Allah. Orang mengalami kehadiran Allah dalam peribadatan, jiwanya disegarkan melalui lawatan Roh Kudus. 

SIFAT-SIFAT ALLAH 

Memahami sifat-sifat Allah merupakan sesuatu hal yang sangat penting, karena hal itu akan dapat mempengaruhi pandangan / sikap hidup kita terhadap Allah. Contoh : Bangsa Israel tidak mau bergerak maju ke Kanaan karena mereka rupanya memiliki suatu pandangan yang keliru tentang Allah (Ul. 1:26-27). Dengan mengetahui sifat-sifat Allah, akan menuntun kita sehingga kita mau memuliakan dan memuji Dia. 

Sifat-sifat Allah dapat digolongkan dalam tiga kategori, yakni sifat-sifat non moral, sifat moral, dan sifat dalam kebesaran-Nya/ Keberadaan-Nya. 

a.    Sifat Non Moral 

Sifat-sifat non moral adalah sifat-sifat yang tidak melibatkan hal-hal moral. Sifat-sifat tersebut, yakni Mahahadir, Mahatahu, Mahakuasa dan Tidak Berubah. Ketiga sifat Allah yang pertama merupakan kata majemuk yang dalam bahasa Latin disebut Omni yang berarti “segala-galanya”. 

1).    Allah adalah Mahahadir (Omnipresent). 

Omnipresent berarti bahwa Allah ada dimana-mana pada saat yang bersamaan. Allah hadir dalam seluruh alam semesta yang Dia ciptakan, namun Allah tidak pernah bisa dibatasi oleh alam semesta yang Dia ciptakan itu. Ia melebihi segala ruang, dan tidak terbatas dalam ruang manapun juga. (Mazmur 139:7-12, Yer. 23:24, Yes. 66:1, Kis. 7:48-49, |Kis. 17:24-28, Roma 10:6-8, dll.). 

2).    Allah adalah Mahatahu (Omniscient)

Omniscient artinya Allah sempurna dalam pengetahuan; Allah mengetahui segala sesuatu; pengetahuan Allah tidak pernah terbatas; Allah mengenal diri-Nya sendiri serta segala ciptaan-Nya secara sempurna sejak kekekalan. Mazmur 139:2, Amsal 15:3, Ayub 11:7-8, Yes. 40:26-27, Yes. 46:9-10, Mat. 10:29-30, Kis. 15:18, I Yoh. 3:20. 

Lingkup pengetahuan Allah tak terhingga. 
  1. Allah mengenal diri-Nya sendiri secara sempurna. Tidak ada mahkluk ciptaan yang mengenal dirinya sendiri secara menyeluruh dan sempurna seperti itu. 
  2. Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus saling mengenal secara sempurna. Yesus mengatakan, “………….. tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” (Mat. 11:27). Paulus menulis, “………… tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.” (I Kor. 2:11; dan lihat juga Roma 8:27). 
  3. Allah mengetahui hal-hal yang benar-benar ada. (Maz. 147:4, Mat. 10:29, Maz. 33:11-15, Ams. 5:21, Kel. 3:7, dll). Satu hal yang Allah tidak tahu, bahwa Allah tidak tahu Allah lain selain Dia sendiri. 
  4. Allah mengetahui hal-hal yang mungkin terjadi. Contoh : Allah tahu sebelumnya bahwa Kehila akan melaporkan tempat tinggal Daud kepada Saul bila Daud tetap saja mendekam di kawasan tersebut (I Sam. 23:11-12). 
  5. Allah mengetahui masa depan. Allah telah mengetahui masa depan, sebelum hal itu terjadi. (Yes. 46:9-10, Daniel 2 dan 7; Mat. 24,25; Kis. 15:18). 

3).    Allah adalah Mahakuasa (Omnipotient). 

Omnipotient berarti Allah sempurna dalam kuasa; Kekuasaan Allah tidak terbatas; Allah sanggup melakukan segala sesuatu yang mau dilakukan-Nya. Namun kehendak Allah itu dibatasi oleh watak-Nya, sehingga Ia dapat melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan kesempurnaan-Nya. Ada hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh Allah karena bertentangan dengan watak-Nya, misalnya : Allah tidak mungkin menyenangi kejahatan (Hab. 1:13), menyangkal diri-Nya (II Tim. 2:13), berdusta (Tit. 1:2; Ibr. 6:18). 

4).    Allah tidak berubah (Imutable). 

Allah tidak berubah artinya, hakikat, sifat-sifat, kesadaran dan kehendak Allah tidak berubah. Semua perubahan kepada keadaan yang lebih baik atau yang lebih buruk. Akan tetapi Allah tidak mungkin berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk, karena Allah sangat sempurna. 

Alkitab menyatakan bahwa di dalam Tuhan tidak ada perubahan atau pertukaran (Yak. 1:17), Watak-Nya tidak berubah (Maz. 102:27-28, Mal. 3:6, Ibrani 1:12), kuasa-Nya tidak berubah (Maz. 33:11, Yes. 46:10), janji-Nya tidak berubah (I Raja-Raja 8:56, II Kor. 1:20), Kasih dan kemurahan-Nya (Maz. 103:17) atau keadilan-Nya (Kej. 18:25, Yes. 28:17). 

Allah juga bersifat kekal. Kekekalan Allah berhubungan dekat dengan sifat Allah yang tidak berubah. (Kel. 3:14, Maz. 90:2, Hab. 1:12).

b.                  Sifat Moral

Sifat-sifat moral adalah sifat-sifat yang mengandung unsur moral dalam hakikat ilahi. Sifat-sifat tersebut, yakni Kudus, Benar dan Adil, Baik, Kasih, Murah Hati dan Setia.

1)                  Allah adalah Kudus

Kekudusan merupakan sifat Allah yang paling utama dari sifat-sifat Allah yang lain. Pada zaman Perjanjian Lama, Allah menghendaki diri-Nya dikenal sebagai Allah yang kudus. (Im. 11:44-45; Yos. 24:19; I Sam. 6:20; Mzm. 22:4; Yes. 40:25; Yeh. 39:7; Hab. 1:12). 

Meskipun dalam Perjanjian Baru, kekudusan Allah tidak disebutkan sesering dalam Perjanjian Lama, namun sifat ini juga dinyatakan (Yoh. 17:11; Ibr. 12:10; I Pet. 1:15-16; Why. 4:8)

Tiga hal penting yang harus kita pelajari dari Kekudusan Allah yaitu :

a)               Allah tidak dapat bersekutu dengan orang berdosa. Ada suatu jurang pemisah antara Allah yang kudus itu dengan manusia yang berdosa. (Yes. 59:1-2; Hab. 1:13). Itulah sebabnya ketika manusia jatuh ke dalam dosa, maka Allah mengusir manusia dari Taman Eden.

b)               Karena Allah adalah kudus, maka Ia menghendaki umat-Nya yang menghampiri-Nya juga kudus. Manusia yang telah berdosa dapat kembali kepada Allah melalui penebusan dan pendamaian dalam Darah Yesus. Apa yang dituntut oleh kekudusan Allah telah  disediakan oleh kasih Allah yang menyelamatkan. (Roma 5:6-8; Ef. 2:1-9; I Pet. 3:18).

c)             Kita harus menghampiri Allah “dengan hormat dan takut”. (Ibr. 12:28). 

2)              Allah Benar dan Adil

Kebenaran dan keadilan Allah merupakan unsur kekudusan Allah yang Nampak di dalam cara Allah menghadapi manusia ciptaan-Nya. (II Taw. 12:6; Ezr. 9:15; Neh. 9:33; Yes. 45:21; Dan. 9:14; Yoh. 17:25; II Tim. 4:8; Why. 16:5). Hukum Taurat, khususnya Dasa Titah, mengungkapkan kehendak dan keadilan Allah. Hukum itu menuntut ketaatan dan menghukum pelanggaran. Dalam keadilan-Nya, Allah tidak terpisah dengan pengadilan-Nya dan memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya. 

3)              Allah itu Baik.

Kebaikan Allah mencakup semua sifat Allah yang sesuai dengan gambaran kita tentang seseorang yang sempurna. Kebaikan Allah meliputi sifat-sifat seperti kekudusan-Nya, keadilan-Nya, kebenaran-Nya, kasih-Nya, kemurahan-Nya, belas kasihan-Nya dan anugerah-Nya.

Kebaikan Allah berkaitan dengan keempat sifat yang disebutkan paling akhir.

a)              Kasih Allah. Kasih Allah merupakan kesempurnaan dari tabiat Allah yang selalu mendorong Allah untuk menyatakan diri-Nya. Alkitab banyak kali memberi kesaksian bahwa Allah itu kasih. (II Kor. 13:11; I Yoh. 4:8, 16; Yoh. 3:16; Ef. 2:4).

b)               Kemurahan Allah. Kemurahan Allah dinyatakan dalam perhatian-Nya terhadap kesejahteraan mahkluk-mahkluk ciptaan-Nya serta senantiasa menyediakan apa yang diperlukan oleh mereka sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing (Ay. 39:3; Mzm. 104:21; 145:15; Mat. 6:26). Kemurahan Allah berlaku atas semua orang, baik orang yang percaya maupun orang yang tidak percaya. (Mat. 5:45; band. Kis. 14:17).

c)                Belas kasihan Allah. Belas kasihan Allah merupakan kebaikan-Nya yang dinyatakan kepada orang-orang yang berada di dalam penderitaan atau kesukaran. Allah disebut sebagai “kaya dengan rahmat” (Ef. 2:4), “Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan” (Yak. 5:11), dan memiliki rahmat yang besar (I Pet. 1:3).

d)               Anugerah Allah. Anugerah atau kasih karunia Allah merupakan kebaikan Allah yang ditunjukkan kepada orang-orang yang sebenarnya tidak layak menerima kebaikan itu. (Ef. 1:6; Ef. 2:7: I Pet. 5:12).

 c.                Sifat Dalam Kebesaran-Nya / Keberadaan-Nya.

Sifat Allah dalam kebesaran-Nya / Keberadaan-Nya, yakni Allah sebagai Roh, Allah sebagai Pribadi, Ia adalah Allah yang hidup dan Allah Itu Esa.

1)                  Allah Sebagai Roh

Allah bukanlah sesuatu yang bersifat fisik. Yesus sendiri bersabda bahwa, “Allah adalah Roh” (Yoh. 4:24). Roh itu nyata tetapi tidak memiliki tubuh fisik seperti kita. Gambaran-gambaran dalam Alkitab bahwa Allah seperti mempunyai tangan, mata, dan sebagainya adalah merupakan bentuk theophani (penampakan diri Allah yang bersifat sementara, band. Luk. 24:39).

Karena Allah adalah roh, maka Ia tidak terikat pada tempat (Yoh. 4:21, Kis. 17:24). Salah satu sifat Allah yang tak terbatas, hanya memungkinkan jika Ia adalah  Roh adanya. Karena Allah adalah roh, maka Ia harus disembah dalam roh, yang tidak dibatasi oleh tempat, bentuk atau batasan-batasan yang lain, dan dalam kebenaran sebagaimana dibedakan dari pengertian-pengertian yang palsu dan pengajaran-pengajaran yang salah. Doktrin Alkitab tentang Allah sebagai roh sekaligus merupakan bantahan terhadap praktek-praktek pemujaan berhala / alam (sebagai roh, maka Allah tidak dapat digambarkan dengan objek-objek yang dapat dilihat secara fisik).

2)              Allah Sebagai Pribadi

Allah tidak kelihatan, tetapi Dia bukanlah uap atau kekuatan yang tidak berpribadi. Allah adalah Roh yang berpribadi. Sebagai pribadi, maka Allah mempunyai perasaan, kehendak, kesadaran, dapat memilih ataupun berhubungan dengan pribadi yang lain (manusia).

Alkitab dengan tegas mengajarkan bahwa Allah adalah suatu pribadi, yakni Allah mempunyai nama (Yahweh, Elohim, dll), sebagai pribadi Allah berpikir, merasakan dan melaksanakan aktifitas-Nya sendiri. Pemazmur mengemukakan, “…… Dia melakukan apa yang dikehendaki-Nya:. (Maz. 115:3). Dia merasa senang, susah, dan marah ketika melihat umat-Nya. Pemazmur berkata : “Allah adalah Hakim yang adil dan murka setiap saat”. (Maz. 7:21). Kisah dalam penciptaan manusia bersaksi tentang kepribadian Allah. Allah menciptakan dalam citra-Nya sendiri. Allah tanpa kepribadian tidak akan mampu menciptakan manusia.

3)    Allah Yang Hidup.

Hidup adalah keberadaan Allah sendiri. Hidup Allah tidaklah berasal dari luar diri-Nya, melainkan dari dalam diri-Nya sendiri. Yesus berbicara tentang Allah Bapa yang mempunyai hidup dalam diri-Nya (Yohanes 5:26). Sebelum segala sesuatu ada, Allah telah ada, Allah telah hidup. Bahkan semua yang telah ada di dalam dunia ini menjadi memungkinkan untuk hidup karena berasal dari Allah yang hidup. Rasul Paulus menjelaskan, “…….. yang memberikan hidup kepada segala sesuatu ….”. (I Tim. 6:13). Tidak ada makhluk yang hidup dari dirinya sendiri, seluruh kehidupan adalah karena karunia Allah.

Kehidupan fisik diteruskan dari Adam kepada kita. Namun Adam yang terakhir, yaitu Yesus Kristus, adalah “……. Roh yang menghidupkan….. Dia yang berasal dari Sorga:. (I Kor. 15:45, 48). Saat kedatangan-Nya yang pertama kali ke dalam dunia, Kristus mati untuk kita dan kemudian dibangkitkan dari kematian. Kebangkitan itulah yang membuktikan bahwa Ia hidup, dan kehidupan-Nya adalah Kekal untuk selama-lamanya. Itulah sebabnya, kita yang berada di dalam Yesus Kristus diberikan kehidupan yang kekal itu. “…….. telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa:. (2 Tim. 1:10).

4)                  Allah Itu Esa.

Keesaan Allah adalah suatu kebenaran yang mutlak, yang tidak perlu lagi dibantah. Dari awal hingga sampai akhirnya. Alkitab mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah. “Dengarlah, hai orang Israel : Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa !”. (Ul. 67:4). “Akulah Tuhan, allahmu, …… jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku”. (Kel. 20:2, 3). “Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak aka nada lagi.” (Yes. 43:10).

Perjanjian Baru juga menegaskan hal yang sama. “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. (Yak. 2:19). “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus”. (I Tim. 2:5).

Penutup

Dari penjelasan sebagaimana diuraikan diatas, maka dapatlah disimpulkan bahwa Roma 11:33 barangkali merupakan ayat ringkasan yang baik untuk menjelaskan teologi proper : "Oh, alangkah dalamnya kekayaan dan kebijaksanaan dan pengetahuan Allah! Betapa tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan tidak terduga jalan-jalan-Nya!


DAFTAR PUSTAKA

  1. Daniel Sampeliling (1995). Doktrin Tentang Allah. Diktat Sekolah Pekerja Kristus. Pengurus Daerah Gereja Pantekosta Serikat Di Indonesia. Ambon.
  2. Departemen Teologi Gereja Bethel Indonesia. (2011). Pengajaran Dasar Gereja Bethel Indonesia : Cetakan Kelima. Penerbit Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia. Jakarta.
  3. French L. Arrington. (2015). Doktrin Kristen Perspektif Pentakosta. ANDI.
  4. Henry C. Tiessen. (2020). Teologi Sistematika: Vol. Kesepuluh (Vernon D. Doerksen, Ed.). Penerbit Gandum Mas.
  5. Hizkia Elfran Mawey, SE, M.Th. (2019). Pribadi Allah. Materi Kuliah STT RMK. Bitung.

Selasa, 03 Januari 2023

TATA IBADAH PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN PERNIKAHAN (Fernando Waldemar Salindeho, & Lisyelin Margaritha Luas)

Pelayan : Pdm. Fredrik Dandel, ST, STh. (Gembala Jemaat Gereja Bethel Indonesia PETRA Talawid).

Prosesi Masuk (diiringi musik/Instrument).

-------- Seorang Pelayan mengantar kedua mempelai dan orang tua --------- (Jemaat Berdiri)----

UNGKAPAN PENYAMBUTAN

Pelayan/WL :    Tuhan merajut hari yang indah bagi anak-anak-Nya. Kasih-Nya yang tak berkesudahan dan kesetiaan-Nya tak akan berakhir ditunjukkan-Nya semakin nyata saat ini. Di hari bahagia ini, Selasa, 13 Desember 2022 Ia mengaruniakan kepada kedua anak-Nya  :  Fernando Waldemar Salindeho, & Lisyelin Margaritha Luas.

                                   Bersama Tuhan dan di hadapan jemaat-Nya, mereka siap berjalan mengarungi samudera kehidupan dalam bahtera perkawinan yang kudus.

                                   Tuhan berjalan di depan mereka, mencintai dan menjaga mereka seperti biji mata-Nya. Dalam balutan lembut kasih Allah... mereka merangkai masa depan yang penuh harapan. 

-----Kedua Mempelai Berdiri di Depan Kursi yang telah disediakan----

---Orang Tua menyerahkan kedua Mempelai untuk diteguhkan dan diberkati---

Orang Tua :  Kami, sebagai orang tua dari kedua mempelai, dengan penuh ungkapan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus selaku mempelai Jemaat-Nya, yang adalah Tuhan dan Juruselamat orang percaya, maka kami menyerahkan dan merestui kedua anak kami untuk diteguhkan dan diberkati perkawinan mereka saat ini.

Pelayan/WL :  Dengan Penuh sukacita Saya a.n. Gembala dan seluruh Jemaat GBI PETRA Talawid menyambut permintaan keluarga untuk dilaksanakan peneguhan dan pemberkatan perkawinan kudus ini. Haleluyah.

------ Kedua Mempelay dipersilahkan duduk, Jemaat Duduk----- 

MENGHADAP TUHAN

Pelayan/WL :  Umat yang dikasih Tuhan Yesus, “Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak sorai dan bersukacita karenanya.” Marilah persiapkan diri menghadap Tuhan serta memuji Nama-Nya. 

Umat            :      Menyanyi : Agnus Dei 

                              Haleluyah, Haleluyah

S’bab Engkau Allah Yang Berkuasa

Haleluyah, Haleluyah

S’bab Engkau Allah Yang Berkuasa

Haleluyah

Kudus, Kudus……. Engkau Allah Maha Kuasa

Layak Dipuji, Layak Disembah …… Amin.

 

Doa Pembukaan :      

Pujian : “Bertemu Dalam Kasih”

Bertemu dalam Kasih-Nya

Berkumpul dalam anugerahNya

Bersukacita Semua

di dalam rumah Tuhan

 Reef

O Saudaraku dan Saudariku

Tuhan Cinta dan mengasihimu

Mari Bersukacita semua

Di dalam rumah Tuhan

 

PELAYANAN FIRMAN TUHAN

·                 Pujian Pra Firman : “Ku Ada S’bab Anugerah-Mu”

Ku ada s’bab anugerah-Mu

Ku ada karna kasih-Mu

Tuhan Yesus ku bert’rimakasih

Buat kasih rahmat-Mu

 Reef

T’rimakasih Yesus

Hanya anugerah-Mu

buat hidupku sekarang

Ku kan memuji-Mu selamanya

·               Doa Firman

·                Pemberitaan  Firman      : Yoh. 2 : 1 – 11 “Perkawinan di Kana”.

AMANAT DAN JANJI PERKAWINAN

Pendeta :     Sebelum saya melakukan pemberkatan nikah ini, kedua mempelai perlu menyatakan janjinya kepada Tuhan dihadapan dan disaksikan oleh Jemaat dan kita semua yang hadir di tempat ini. Dengarkanlah Firman Tuhan : dalam 1Ptr.3:1-2&7 :

                        “Sebab itu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuanmu, jika mereka melihat bagaimana murni dan salehnya hidupmu”.

                        Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu. Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan , supaya doamu jangan terhalang.                    

                        Saudara Fernando Waldemar Salindeho, dan Saudari Lisyelin Margaritha Luas, apakah kalian berdua bersedia melaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan kesetiaan, Amanat Perkawinan Kristiani ini ?

Kedua Mempelai :            Ya Kami Bersedia

Pendeta :     Sekarang, di hadapan Allah dan Umat-Nya, saudara berdua memutuskan untuk hidup sebagai suami-isteri beriman, guna mewujudkan rumah tangga Kristiani dalam terang kasih karunia Tuhan Yesus Kristus; maka kami mengundang saudara berdua saling mengucapkan janji setia. 

---------- berjabat tangan ---------- 

Mempelai Pria :     Saya, Fernando Waldemar Salindeho, menyambut engkau, Lisyelin Margaritha Luas  sebagai istriku, dan berjanji untuk tetap setia kepadamu, serta mengasihi engkau baik dalam suka dan duka, serta tidak akan meninggalkan engkau. Bahwa saya akan memelihara engkau dengan penuh kasih, sebagaimana wajib dilakukan oleh suami yang beriman kepada Yesus Kristus.

Mempelai Wanita : Saya, Lisyelin Margaritha Luas menyambut engkau, Fernando Waldemar Salindeho sebagai suamiku, dan berjanji untuk tetap setia kepadamu, serta mengasihimu, baik dalam suka dan duka, serta tidak akan meninggalkan engkau. Bahwa saya akan memelihara engkau dengan penuh kasih, sebagaimana wajib dilakukan oleh isteri yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus.

PEMASANGAN CINCIN (FAKULTATIF)

Pendeta :     (sambil memegang Cincin)  Cincin yang bulat ini melambangkan kasih Kristus yang sempurna yang mengikat kalian berdua. Terimalah cincin ini, dan bubuhkanlah pada jari manis isteri dan suamimu.

Mempelai Pria :     Lisyelin Margaritha Luas, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku.  Terimalah dengan sepenuh hati.

Mempelai Wanita : Fernando Waldemar Salindeho, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku.  Terimalah dengan sepenuh hati.

PENEGUHAN PERKAWINAN

Pendeta :       (meletakkan tangan di atas jabat tangan mempelai) Mendengar janji setia saudara dan berdasarkan kasih setia Yesus Kristus, kami meneguhkan perkawinan saudara Fernando Waldemar Salindeho, dan Saudari Lisyelin Margaritha Luas dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Kedua Mempelai  :           Amin.

PEMBERKATAN PERKAWINAN

------ kedua mempelai berlutut, umat berdiri -------

Pendeta :       Hiduplah menurut janjimu, hayatilah tugas dan tanggung jawabmu dan terimalah berkat Tuhan :

                 Allah, Bapa Tuhan Yesus Kristus yang telah memanggil dan mempersatukan kamu dalam perkawinan ini, akan memberkati kamu dan memenuhi rumah tanggamu dengan kasih karunia Roh Kudus; supaya dalam iman, pengharapan dan kasih, kamu hidup suci dan bahagia selama-Iamanya.

 Jemaat :        Amin.

 --- mempelai berdiri dan bertukar tempat ---

----- Cium kudus tanda Pernyataan kasih -----

---- pemberian Alkitab dan Surat Perkawinan Gereja ----

Penyerahan Kepada Keluarga

Pendeta :     Kepada mempelai berdua dipersilahkan menghadap orang tua untuk menyampaikan ucapan terima kasih, sambil mengingat firman Tuhan “Hormatilah ayahmu dn ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan Allah-mu kepadamu.”(Kel 20:12) 

Keluarga Bapak Albert Salindeho – Ibu Lydia Altji Frans dan Keluarga Bapak Hermanus Luas – Ibu Aneta Lambert terimalah anak-anakmu ini sebagai bagian dari keluargamu dan doakanlah mereka. 

----- mempelai sujud kepada orang tua pihak istri kemudian kepada orang tua dari pihak suami -----

-----Orang tua meletakan tangan kepada kedua mempelai----- 

Penyerahan Keluarga Baru Kepada Jemaat

Pendeta :       Jemaat, Terimalah keluarga Kristen yang baru ini, sebagai bagian dari persekutuan keluarga Allah yang saling mengasihi dan mendoakan. 

----Pendeta kembali ke tempat, pelayanan oleh  WL--- 

DOA SYAFAAT :

PERSEMBAHAN  :  LAGU “ BEGITU BESAR KASIH ALLAH”

BEGITU BESAR KASIH ALLAH PADA KITA
DIBERKATILAH ANAK CUCU KITA DI MANA-MANA
TUHAN MENGUBAH MISKIN DAN MENJADIKAN KAYA
DIA MERENDAHKAN DAN MENINGGIKAN JUGA

REFF :

BERBAHAGIALAH BAGI ORANG YANG PERCAYA
ANAK CUCUNYA PASTI TIDAK AKAN MEMINTA-MINTA
KAR’NA ALLAH MENGGENAPI FIRMAN-NYA
TIADA YANG MUSTAHIL BAGI ORANG PERCAYA

PENUTUP DAN BERKAT

 DOA YABES

Kiranya engkau memberkati aku
Berlimpah-limpah
Dan memperluas
Daerahku

Dan kiranya
TanganMu menyertai aku
Dan melindungi aku
Dari pada malapetaka
Sehingga kesakitan
Tidak menimpa aku

Pendeta :     Arahkanlah hati dan pikiranmu kepada Tuhan, serta terimalah berkat Tuhan : TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

 

 Jemaat :       (Menyanyi) : Haleluyah Haleluyah Haleluyah Amin (2x)

Minggu, 01 Januari 2023

DALAM PERLINDUNGAN DAN PENYERTAAN TUHAN. Kel. 13 : 17 - 22

Oleh : Pdm. Fredrik Dandel, ST, STh, MAg.(Cand.)
Peristiwa keluarnya Bangsa Israel dari Tanah Mesir menuju ke Tanah Perjanjian (Kanaan) menjadi suatu sejarah penting bagi kehidupan mereka. Boleh dikatakan bahwa ini merupakan hari kemerdekaan atau hari kemenangan Bangsa Israel dari perbudakan.
Begitu pentingnya hari dimaksud, sehingga Allah sendiri berkenan menetapkannya sebagai permulaan segala bulan bagi bangsa itu. Keluaran 12:1-2 (TB) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. (Bulan Abib: Kel.13:4; kemudian disebut bulan Nisan, Est. 3:7. Nisan = permulaan; bulan pertama. Sampai sekarang Nisan adalah bulan pertama dalam Tarikh Ibrani, sekitar bulan Maret - April).
Suatu berkat yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada Bangsa Israel dalam mengawali langkah hidup mereka di bulan pertama (Tahun Baru) ini adalah bahwa mereka berada Dalam Perlindungan dan Penyertaan Tuhan. Hal ini dibuktikan melalui beberapa hal penting, yakni :
PERTAMA : PASKAH (KUASA KORBAN KRISTUS). Kel. 12:1 dst.
Ketika Allah menghukum Firaun dan seluruh tanah Mesir dengan kematian anak sulung. Pada setiap rumah orang Israel ada perlindungan Tuhan. Perlindungan mana harus ditandai dengan darah anak domba jantan yang tidak bercela, yang dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan ambang atas rumah orang Israel yang memakan Paskah.
Paskah merupakan suatu ketetapan yang dibuat oleh Tuhan bagi Bangsa Israel secara turun temurun. Paskah bhs Ibrani : Pesakh; bhs. Aram : Pasgha; bhs. Yunani : Paskha. Arti dasarnya: meloncat, melewati/menyayangi. Paskah merupakan Perayaan pembebasan bangsa Israel dari Mesir. Anak-anak sulung orang Mesir dibunuh, tetapi pintu-pintu rumah orang Ibrani "dilewati". Peristiwa itu diperingati dengan mengadakan perjamuan Paskah yaitu makan "korban Paskah" atau anak domba Paskah itu (Kel 12:23-28, Kel 12:43-51).
Paskah dalam Perjanjian Baru merujuk kepada Yesus Kristus yang disebut sebagai "anak domba Paskah" (1 Kor 5:7) atau "Anak Domba yang disembelih" (Wahyu 5:6). Ini menyangkut korban yang menyelamatkan kita. Yesaya 53:10 (TB) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah...
Matius 26:2 (TB) "Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan."
1 Petrus 2:24 (TB) Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Perlindungan dan Penyertaan Tuhan bagi umatNya adalah melalui Kuasa Korban Kristus.
KEDUA : ANAK SULUNG (MILIK KEPUNYAAN TUHAN). Kel. 13 : 1 - 2
Allah menghendaki setiap anak sulung menjadi milik kepunyaan-Nya, sebagaimana Allah memilih umat Israel sebagai anakNya yang sulung. (Kel. 13:1-2; Kel 4:22). Sebagai anak sulung (milik kepunyaan Tuhan), tentunya memiliki banyak keistimewahan. Seorang anak sulung diberikan hak dua bagian (dua kali lipat) lebih banyak dari yang lain. (Ul. 21:17), dan berhak naik Tahta (2 Taw. 21:3).
Yesus Kristus adalah Anak Sulung diantara banyak saudara (Mat. 1:25; Luk. 2:7; Rom 8:29). Ia adalah yang sulung dari segala yang diciptakan (Kol. 1:15). Demikianpun saya dan saudara sebagai Jemaat Tuhan, kita disebut juga sebagai anak-anak sulung (Ibr. 12:23). Pemimpin Jemaat (Gembala Jemaat) merupakan anak sulung dalam Jemaat Tuhan. Mereka patut dihargai dan dihormati (I Tim. 5:17).
Perlindungan dan Penyertaan Tuhan bagi umatNya adalah menjadikan umatNya sebagai milik kepunyaan Allah dan berhak menerima berkat ganda (Berkat Double Porsion).
KETIGA : TIANG AWAN DAN TIANG API (KUASA FIRMAN ALLAH). Kel. 13 : 21 - 22.
Allah menuntun perjalanan umat Israel melalui cara yang luar biasa, yakni Tiang Awan di siang hari dan Tiang Api di malam hari. Berjalan di Padang Gurun yang luas, membutuhkan tuntunan kuasa Allah yang besar itu. Tiang Awan di siang hari, melindungi umat Israel dari teriknya panas matahari di Padang Gurun. Sedangkan Tiang Api di malam hari menjadi penerang di tengah kegelapan sekaligus juga menghangatkan dari kedinginan.
Tiang Awan dan Tiang Api merujuk kepada Kuasa Firman Allah yang menjadi penuntun perjalanan orang percaya baik siang maupun malam. Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Perlindungan dan Penyertaan Tuhan bagi umatNya dalam Kuasa Firman-Nya menjadikan kita mampu melewati berbagai macam tantangan hidup ini, di tengah kesukaran apapun bentuknya, Tuhan akan membuat kita berhasil, dan menjadi lebih dari pemenang. Haleluyah.
MARILAH MENGAWALI TAHUN BARU 2023 INI DENGAN MENYERAHKAN HIDUPMU DALAM PERLINDUNGAN DAN PENYERTAAN TUHAN, MELALUI KUASA KORBAN KRISTUS, DENGAN MENJADI MILIK KEPUNYAAN TUHAN DAN DALAM KUASA FIRMAN TUHAN. AMIN.