Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Mei 2025

KETIKA HATI ENGGAN MENDENGAR

Oleh : Fredrik Dandel

Ia menyebut diri sebagai jiwa yang setia,
Lidahnya fasih menyebut nama Ilahi,
Namun tiap kali cahaya mulai menyapa,
Langkahnya justru menjauh dengan diam-diam.
 
Pekerjaan Tuhan mengetuk lembut di dada,
Namun ia sibuk menata alibi dunia,
"Aku Tidak Lagi," katanya dalam bisu yang nyata,
Padahal kesempatan itu pilihan mereka.
 
Lalu, saat kebenaran tak lagi mengundang,
Ia merasa tersolimi, merasa terbuang,
Bukan karena tak mengerti arah terang,
Tapi karena ia memilih jalan yang berliku... dan kosong.
 
Dan di ujung sepi, ia bertanya lirih,
"Kenapa aku yang harus terluka dan tersisih ?"
Padahal luka dan derita itu bukan pemberian Ilahi,
Tapi cermin dari hati yang tahu, tapi tak mau mengerti.

Selasa, 06 Mei 2025

BAYANG DI BALIK JUBAH

FD-Ondong, 24042025

 

Berbalut jubah, berseru nama Ilahi,

Langkahnya teduh, tutur pun berseri,

Namun di balik bening rupa dan janji,

Terselip niat yang tak sepenuhnya suci.

 

Ia berjalan sambil menatap sekitar,

Mencari celah di tiap saudara,

Bukan untuk membimbing yang tersasar,

Namun menyulam kisah tuk dunia mendengarnya.

 

Katanya sayang, katanya peduli,

Tapi aib pun dijadikan cerita,

Lembut bahasanya, halus senyumnya,

Tapi menusuk di saat yang tak disangka.

 

Wahai jiwa yang meniti jalan kebenaran,

Pernahkah engkau bercermin diam-diam?

Di balik nasihat yang tampak bijaksana,

Ada bayang dirimu yang tak kalah kelam.

 

Tuhan tak hanya dengar lantunan lisan,

Namun menakar jernihnya niat dan perbuatan,

Sebelum engkau membersihkan cela di luar,

Tidakkah hendak kau lap debu di dalam?

Sabtu, 08 Juni 2024

PULAU RUANG RIWAYATMU KINI (Secuil Catatan Perjalanan Siau-Tagulandang-Manado, 29052024)

Oleh : Fredrik Dandel

Kurang lebih dua bulan lalu, engkau masihlah Pulau yang berpenghuni.
Pumpente dan Laingpatehi adalah dua Kampung yang setia 
menunggu berkat kehidupan darimu. 
854 jiwa, menyandarkan kehidupan pada hasil tanahmu yang subur.

Namun kemarahanmu yang tak terbendung sejak 16 April 2024 lalu, 
menciptakan ketakutan, kepasrahan dan tangisan yang dalam buat anak negeri. 
Mungkinkah engkau tidak lagi menghendaki mereka tinggal bersamamu ? 
Ataukah engkau sedang menyadarkan kepada kami bahwa dunia ini hanyalah fana ?

Kami hanya bisa mereka, 
bertanya pada rumput yang bergoyangpun hanyalah sia-sia saja.
Yang mengetahui apa dan bagaimana hanyalah Sang Pencipta. 
Yang pasti semua diluar kendali manusia.

Ketika Pemerintah akan merelokasi wargamu, apakah engkau puas ? 
Tidaklah engkau merasa kesepian ?. 
Mungkinkah engkau telah merasa nyaman dengan keadaanmu yang serba Abu, 
Tandus, Gersang, Sunyi, Puing-Puing, Gelap Pekat ? 

Kurasa engkau pasti akan merana sendiri. 
Merindukan waktu dimana pendudukmu bercengkerama riang di pangkuanmu.Tapi apalah daya, sepertinya engkau tak lagi menghendaki canda riang itu untuk sekian waktu yang tak menentu.
Kami hanya akan mengawasi wajahmu dari jauh, 
itupun ketika kami diberi kesempatan melewatimu dengan Majestick, Barcelona, Gregorius ataupun Burung Besi.

Diam.... Tenanglah di sana.... 
Tidak usah lagi bersuara, 
apalagi batukmu yang membuat kami tak nyaman itu.... 
Meski telah berpisah, tapi kami masih tetap mencintaimu.... ðŸ˜¥ðŸ˜¥ðŸ˜¥












Sabtu, 01 Januari 2022

CONTOH PUISI IBRANI

HATIKU BERSUKACITA KARENA ENGKAU ALLAHKU
JIWAKU BERSUKARIA KARENA ENGKAU JURUSELAMATKU
KEKUATAN DI HIDUPKU ADALAH KARENA ANUGERAHMU
KEMULIAAN DI JALANKU ADALAH KARENA KEBESARAN KASIHMU
 
ENGKAU TUHAN SUMBER KEMENANGANKU
ENGKAU ALLAH MATA AIR KEBERHASILANKU
DENGAN APAKAH KAN KUBALAS KEBAIKANMU YA ALLAH ?
PERSEMBAHAN  APAKAH YANG SEPADAN DENGAN KEMURAHANMU YA TUHAN ?
 
SEUMUR HIDUPKU AKU MAU BERBAKTIKAN ENGKAU
SEPANJANG PERJANANKU AKU MAU MENCERITAKAN PERTOLONGAN TUHAN
HATIKU BERSYUKUR KEPADA TUHAN KARENA KEBAIKANNYA
MULUTKU BERMASMUR KEPADA ALLAH KARENA KASIHNYA.

Rabu, 13 April 2011

PUISI ULANG TAHUN


ANUGERAH TUHAN

Ketika Fajar mulai mereka ........
Hari Baru telah tiba ........
Sesuatu yang indah Tuhan anugerahkan bagiku
Hari ini bertambah setahun usiaku ......

Trima kasih Tuhan ...... Atas anugerah-Mu.
Disepanjang hidup-ku ........ kumau senantiasa bersyukur pada-Mu.

Kebaikan-Mu ..... kasih setia-Mu ........ kemurahan-Mu .......
Sedetikpun tidak pernah beranjak dari-ku.

Dengan apa harus kubalas semuanya itu ....... ?
Sedangkan dunia ini adalah milik-Mu !!!
Bagi-Mu .......... tiada sesuatupun yang lebih berarti
Selain hidupku ..... yang telah Kau tebus dengan Darah-Mu.

Ini aku TUHAN ............
pakailah aku ........
Seluruh hidupku kupersembahkan sepenuhnya kepada-Mu.
Demi kemuliaan nama-Mu ..................

Selasa, 22 Februari 2011

PUISI KEMATIAN SEORANG KRISTEN

SELAMAT JALAN MAMA AYI
Batuputih, 12 September 2010


MASA MUDAMU ENGKAU ISI DENGAN BERANGKAI CITA-CITA
JIWA MUDAMU ENGKAU RANGKAI DENGAN BERLAKSA GITA DAN CINTA
KAU JADIKAN GERAK LANGKAHMU SEBAGAI PERHATIAN DAN TELADAN
SEKALIPUN AKHIRNYA TIDAK DAPAT ENGKAU NIKMATI DENGAN SENYUM

GANASNYA GELOMBANG KEHIDUPAN TAK CAKAP KAU KEMUDIKAN
MEMBUAT JIWAMU MERONTAH, MEMBARA, MERANA,
MUNGKINKAH KAU TELAH PUTUS ASA?
ATAUKAH KAU MERASA SEMUANYA HAMPA?

MAMA AYI
DELAPAN BELAS TAHUN ENGKAU BERCENGKERAMA DENGAN PENDERITAAN
DELAPAN BELAS TAHUN ENGKAU BERCUMBU DENGAN KEGETIRAN
SAMPAI AKHIRNYA YANG SANGAT MENGASIHIMU MEMANGGILMU

MAMA AYI TERCINTA
KAU TELAH MENYELESAIKAN PERTANDINGAN IMAN DENGAN BAIK
MAMA AYI TERSAYANG
KAU TELAH MENGAKHIRI PERGULATAN HIDUP DENGAN KEMENANGAN

SEKALIPUN JAZADMU TERBARING KAKU TAK BERDAYA
NAMUN SENYUM KEBAHAGIAAN TERPANCAR DARI RAUT WAJAHMU YANG BEKU
MAMA AYI
KAU TELAH BAHAGIA DISISI TUHAN

KINI KAMI TIDAK LAGI MENDENGAR OCEHANMU YANG MENGGEMASKAN
KINI KAMI TAK LAGI MENDENGAR OMELANMU YANG MENJENGKELKAN
KINI KAMI TAK LAGI MENDENGAR CANDAMU YANG MENGGELIKAN
TINGGALAH SEUNTAI KENANGAN INDAH YANG KAU TINGGALKAN

SELAMAT JALAN ……………………….. MAMA AYI TERCINTA
SELAMAT JALAN ………………………… OMA AYI TERSAYANG
SELAMAT JALAN …………………………. ADIK DAN KAKAK KAMI TERKASIH
DOA KAMI MENGIRINGI KEPERGIANMU.

Adikmu yang mengasihimu

Fredrik Dandel

Kamis, 30 Desember 2010

PUISI NATAL

LAHIRLAH SANG PUTERA NATAL.

DENTANG LONCENG NATAL BERTALU
TANDA HARI SUKACITA TELAH TIBA
S’GNAP UMAT ALLAH BERNYANYI MERDU
SAMBUT K’LAHIRAN KRISTUS SANG PENEBUS

SANG PUTERA NATAL LAHIR DI KANDANG HINA
DI BETLEHEM EFTARA TEMPAT YANG TERPENCIL
HANYA TERBUNGKUS KAIN LAMPIN
TERBARING DI DALAM PALUNGAN

BAYI MUNGIL KECIL NAN SUCI
PERLAMBANG KASIH BAPA PADA DUNIA
‘TUK MEMBAWA KEDAMAIAN DI BUMI
TEBUS SEGALA DOSA MANUSIA

JESUS SANG PUTERA NATAL
LAHIRLAH SELALU DI HATI KAMI
NYALAKANLAH TERANG-MU BAGI KAMI
TUNTUN SETIAP LANGKAH KAMI

KRISTUS SANG PUTERA NATAL
HADIRLAH SELALU DI HATI KAMI
UMAT-MU YANG MERINDU KASIH SAYANG
HARAPKAN PERDAMAIAN YANG ABADI.


Oleh : FREDRIK DANDEL, ST