Tampilkan postingan dengan label ALAT TABERNAKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ALAT TABERNAKEL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2011

Kaki Dian Emas / Pelita Emas / Kandil


Oleh : Fredrik Dandel, ST.

Penjelasan Umum :

Kaki Dian Emas disebut juga Pelita Emas atau Kandil (Ibrani : מנורה - MENÔRÂH; Bahasa Inggris : The Golden Candlestick) adalah merupakan alat atau benda yang sangat penting dalam Tabernakel (Kemah Suci). Letaknya berada didalam Ruang Suci, bersama-sama dengan 2 (dua) alat yang lain, yakni : Medzbah Dupa Emas dan Meja Roti Sajian. Kaki Dian Emas berada di sebelah Selatan, berhadapan dengan Meja Roti Sajian yang berada tepat di sebelah Utaranya dan Medzbah Dupa Emas di sebelah Barat di depan Tabir.

TUHAN memerintahkan Musa membuat Tabut Perjanjian beserta dengan alat-alat yang lainnya, termasuk Kaki Dian Emas ini untuk ditempatkan didalam Kemah Suci sebagai perlengkapan peribadatan Umat Israel kepada-Nya. Sedangkan Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan ditunjuk TUHAN sebagai dua orang ahli / tukang yang dipenuhi dengan Roh Allah untuk melaksanakan pekerjaan besar tersebut.

Kita dapat membaca tentang alat ini di dalam Alkitab, yakni kitab Keluaran 25:31-40; Keluaran 37:17-24 dan Imamat 24:1-4.

Fungsi Kaki Dian Emas :

Fungsi utama Kaki Dian Emas adalah sebagai alat penerangan di dalam Ruangan Suci. Tanpa terang dari Kaki Dian Emas maka Ruangan Suci berada dalam keadaan gelap. Pelitanya harus selalu menyala bagi TUHAN tanpa henti, dinyalakan mulai sore hari hingga keesokan harinya. Imam Harun dan keturunannya ditetapkan oleh TUHAN untuk mengatur lampu-lampu tersebut di hadapan-Nya. Sedangkan Umat Israel diwajibkan untuk membawa minyak zaitun tumbuk yang tulen untuk lampu, supaya lampu dapat dipasang dan tetap menyala.
Salah satu aspek dari Kaki Dian Emas adalah kenyataan bahwa apinya harus diambil dari bara pada Mezbah Tembaga / Medzbah Korban Bakaran.

Bentuk, Ukuran dan Bahan Pembuat :

Kaki Dian Emas seluruhnya terbuat dari emas murni (emas yang ditempa) seberat 1 (satu) talenta (± 150 kilogram), terdiri atas alas (kaki), batang, dan enam cabang. Keenam cabangnya timbul dari sisinya (batang), masing-masing tiga cabang dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain. Masing-masing cabang tersusun dari tiga kelopak bunga badam, disertai dengan tombol dan kembangnya, sedangkan khusus pada batangnya tersusun dari empat kelopak bunga badam, disertai dengan tombol dan kembangnya. Tujuh buah pelita dipasang masing-masing diatas keenam cabang dan batangnya tersebut.
Gambar pada beberapa uang logam dan gerbang Titus di Roma, dapat membantu kita untuk memperoleh bentuknya yg jelas. Ukurannya tidak ditulis di dalam Alkitab.

Pengertian Rohaninya :

Kaki Dian Emas merupakan gambaran dari Sidang Jemaat – seperti yang dijelaskan oleh Tuhan Yesus kepada Rasul Yohanes (Why. 1 : 20) : Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

Tujuh Pelita - Wahyu 4:5 tertulis demikian : “Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah”. Dengan lain perkataan ini adalah Roh Kudus dalam 7 keadaanNya. Angka tujuh dalam Firman berbicara tentang kesempurnaan ilahi. Tujuh pelita tersebut ditempatkan pada kandil, berbicara tentang Roh Kudus berdiam dalam diri Gereja Yesus Kristus.
Tanpa terang dari Kaki Dian Emas maka Ruangan Suci berada dalam keadaan gelap. Demikian juga zaman Gereja sepenuhnya berada dalam kegelapan tanpa Roh Kudus.

Emas murni, emas tempaan.Emas menunjuk pada kekayaan sorgawi yang ada pada Pribadi Allah. Dalam pengertian ini, Kaki Dian Emas menunjuk pada Pribadi Roh Kudus. Sidang Jemaat Tuhan yang dibaptis dengan Roh Kudus, harus menyinarkan kekayaan rohani ini. Dengan pertolongan Roh Kudus kekayaan rohani ini dikaruniakan kepada kita lewat Firman Allah, jika kita mau menggalinya dari “tambang Firman Allah” yang begitu dalam.
Untuk membentuk Kaki Dian Emas, maka emas tersebut harus ditempa, dipanaskan supaya mudah dipukul dan dibentuk. Sidang Jemaat adalah bagaikan emas yang dikerjakan atau ditempa!. Dalam hal ini terkandung pengertian “Sengsara”. Sidang jemaat harus mengalami proses sengsara semacam ini untuk dapat menjadi terang ditengah dunia yang gelap ini. Kristus telah mengalami sengsara itu !!!. Dia dipukul, dianiaya, ditikam, tubuh-Nya diremukan hingga darah-Nya tercurah, bahkan sampai mati di tiang kayu salib. Namun kemudian Dia bangkit kembali dari antara orang mati, mengalahkan maut. Suatu kemenangan besar yang juga telah dikaruniakan kepada kita sebagai Sidang Mempelai Perempuan Kristus !!!.

Kaki Dian Emas dibuat dari satu talenta emas artinya hanya Satu Roh Kudus yang memenuhi dan menuntun seluruh sidang jemaat - Efesus 4:4 - satu Tubuh, satu Roh - I Korintus 12:11-14.
Manusia cenderung untuk membangun tembok sekeliling lingkungannya sendiri. Seharusnya kita juga dapat menghargai pekerjaan Roh Kudus dalam jemaat-jemaat yang lain!. Kita masing-masing memang mempunyai keyakinan dan pendirian sendiri, namun kita dapat menghargai pekerjaan orang lain tanpa merugikan keyakinan dan pendirian kita sendiri!!!. Manusia sangat mudah menunjuk pada perbedaan-perbedaan pendapatnya dengan orang lain, sehingga dengan demikian tidak lagi dapat melihat tujuan utama dari pekerjaan Roh Kudus. Melalui “kaca mata hitamnya” yang penuh kritik, manusia hanya melihat kesalahan-kesalahan orang lain dan dengan demikian Roh Kudus dihalangi untuk memimpin kita dalam kesatuan persaudaraan dari Tubuh Kristus.

Batang dengan 6 cabangnya.
Batang mewakili Allah dan cabang mewakili manusia (angka 6 adalah angka manusia). Mengandung pengertian bahwa Yesus adalah pokok anggur (batang) dan kita adalah cabang yang keluar dari-Nya. Yohanes 15:5, "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya."
Keenam cabang tersebut melekat pada poros atau batang, ini menandakan persatuan kita dan hubungan dengan Kristus.

Kelopak, Tombol dan Bunga.
Kelopak, tombol dan bunga menunjuk keadaan/hidup berbuah-buah. Jadi tidak hanya bersinar, yakni : bersaksi tentang kebenaran dan kekayaan rohani, namun kita juga harus MENGELUARKAN BUAH, yang berarti : pada sidang jemaat Tuhan harus didapati buah-buah dan karunia-karunia Roh Kudus.
Pada 3 cabang disatu sisi ada 9 perangkat kelopak, tombol dan bunga dan pada 3 cabang disisi lainnya ada pula 9 perangkat kelopak, tombol dan bunga. Ada 9 buah-buah Roh (Galatia 5:22) dan ada 9 karunia-karunia Roh Kudus (I Korintus 12:7-11).
Tiap cabang memiliki 3 perangkat kelopak, tombol dan bunga, sedangkan batang memiliki 4 perangkat. Ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus Kristus telah dipenuhkan Roh Kudus melebihi ukuran yang ada pada manusia siapapun. (Yesaya 11:2; 61:1-2; Lukas 4:16-19; Wahyu 3:1; 5:6).

Sepit dan Penadah.
Sepit dan penadah adalah alat untuk menambah terangnya lampu dan alat untuk memadamkannya - ini menunjuk pada "proses penyucian."
Kedua proses ini ada pada sidang jemaat. Betapa celakanya jika Terang Roh Kudus dipadamkan dalam hidup kita – lebih celaka lagi jika seluruh sidang merupakan Pelita yang tidak terurus dan padam yang tidak lagi mengerti tugas sucinya !!!.
Bagaimana hal ini dapat terjadi? Jika kita tidak lagi mau tunduk dan menyerah kepada proses penyucian yang dikerjakan oleh Roh Kudus; jika dosa-dosa dalam sidang jemaat di “belai-belai” dan tidak ditangani dengan tegas namun lemah lembut !!!.

Minyak untuk Lampu.
Allah memerintahkan Harun dan anak-anaknya untuk menjaga lampu supaya tetap menyala dihadapan-Nya. Supaya lampu tersebut tidak padam, mereka harus menjaganya supaya tetap terisi dengan minyak zaitun yang murni (baca : Keluaran 27:20-21). Minyak zaitun murni hancur melambangkan urapan dari Roh Kudus. Lihat Ibrani 1:9, dan juga perumpamaan tentang 10 Gadis dalam Matius 25:1-13.

Kaki Dian Emas, berada dimana sekarang?
Dalam perjalanan sejarah Bangsa Israel, Kaki Dian Emas pernah juga dibuat oleh Raja Salomo , Zaman Bait Allah Pertama - sekitar abad ke-10 SM. (I Raja-Raja 7 : 49). Ia membuat 10 Kaki Dian Emas seperti itu (Ada yang menafsirkan bahwa Kaki Dian Emas yang dibuat oleh Salomo hanya satu namun bercabang 10). Perlu studi mendetail mengapa Raja Salomo membuat Kaki Dian Emas lebih dari satu, apakah Kaki Dian Emas yang dibuat oleh Musa tersebut telah hilang ataukah terdapat diantara ke 10 Kaki Dian Emas tersebut ?. Yang pasti adalah bahwa Tabut Perjanjian yang ditempatkan Raja Salomo di dalam Bait Allah yang dibangunnya adalah Tabut Perjanjian yang sama, yang dibuat oleh Musa.

Pada pembangunan Bait Allah ke-2 (diselesaikan dan ditahbiskan tahun 516 sebelum Masehi) seluruh perlengkapan Bait Allah yang diangkut tentara Nebukadnezar, Raja Babel ketika menundukan Yerusalem dan menghancurkan Bait Allah, dikembalikan oleh Koresh, Raja Persia. Tersebutlah Ezra yang adalah seorang Imam dan Ahli Taurat bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel. Dapat dipastikan bahwa seluruh perlengkapan yang dipergunakan dalam Bait Allah ke-2 juga akan mengikuti Tabernakel Musa. Dengan demikian Bait-Allah ke-2 hanya terdapat 1 Kaki Dian Emas;

Bait Allah kedua ini nampaknya bertahan sampai pada zaman Perjanjian Baru. Sekitar tahun 19 SM Raja Herodes menghabiskan banyak waktu dan uang untuk memperbaiki dan memperindah Bait Allah yang kedua. Pembagian tempat sama dengan pembagian dalam Kemah Suci. Perlengkapan-perlengkapan Kemah Suci termasuk Kaki Dian Emas didudukan pada posisi yang semestinya. Hanya saja Ruang Maha Kudus dibiarkan kosong karena Tabut Perjanjian sudah hilang ketika Bait Suci Salomo dihancurkan. inilah Bait Allah yang dibersihkan Tuhan Yesus sebanyak dua kali.

Akan tetapi, pada tahun 70 M hanya enam tahun setelah Bait Allah benar-benar selesai, setelah pemberontakan berkali-kali terhadap pemerintah Roma oleh orang Yahudi, Bait Suci dan seluruh kota Yerusalem dihancurkan kembali sehingga tidak dapat dihuni. Kemungkinan besar seluruh perlengkapan Bait Suci, termasuk Kaki Dian Emas dijarah oleh tentara Titus pada saat mereka menyerbu Yerusalem dan membakar Bait Suci.

Panel sebelah selatan Gerbang Titus menggambar- kan rampasan yang diambil dari Bait Allah. Kaki Dian Emas menjadi fokus utama, dan diukir dengan jelas. Benda-benda suci lainnya dibawa dalam prosesi kemenangan adalah sangkakala Israel dan Yerikho dan Meja Roti Sajian. Gerbang Titus ini dibangun pada Tahun 82 Masehi oleh Kaisar Romawi Domitianus setelah kematian kakaknya Titus untuk memperingati kemenangan Titus dalam Pengepungan Yerusalem pada tahun 70 Masehi.

Yosefus mencatat bahwa Kaki dian Emas terbawa selama kemenangan Vespasian dan Titus. Kaki Dian Emas mungkin tetap berada di Temple of Peace di Roma sampai kota dirampok oleh Visigoth di bawah Alaric I dalam Tahun 410 Masehi. Kaki Dian Emas kemudian dijarah oleh Vandal dalam perampokan Roma dalam Tahun 455 Masehi, dan dibawa ke ibukota mereka, Kartago. Para pasukan Bizantium di bawah Jenderal Belisarius pada Tahun 533 Masehi membawanya ke Konstantinopel. Menurut Procopius, mereka membawanya melalui jalan-jalan Konstantinopel selama prosesi kemenangan Belisarius'. Procopius menambahkan bahwa benda itu kemudian dikirim kembali ke Yerusalem di mana tidak ada catatan itu, meskipun bisa saja hancur ketika Yerusalem dijarah oleh bangsa Persia tahun 614.

Negara Israel menerapkan gambar Kaki Dian Emas dikelilingi ranting zaitun di kedua sisinya, dan tulisan "ישראל" (Bahasa Ibrani untuk Israel) di bawahnya. Negara Israel menerapkan lambang ini berdasarkan kompetisi lencana negara yang digelar pada tahun 1948. Lambang ini berdasarkan rancangan lambang yang diajukan oleh Gabriel dan Maxim Shamir, sementara elemen lainnya diambil dari karya Oteh Walisch adan W. Struski's serta Itamar David dan Yerachmiel Schechter. Gambar Kaki Dian Emas yang digunakan di lambang ini berdasarkan penggambaran Kaki Dian Emas pada Gerbang Titus.

Referensi:
Alkitab
Pdt. Carel Totaijs, Holland, Alat-Alat Tabernakel dan Arti Rohaninya, Diktat.

Gambar diunduh dari :

Sabtu, 09 April 2011

Mezbah Dupa Emas

Oleh : Fredrik Dandel, ST.


Penjelasan Umum :

"Mezbah" berasal dari perkataan "Altare" yang dalam bahasa Yunani artinya : "tempat perapian yang tinggi." Kata Ibrani untuk Mezbah adalah “mizbeakh” yang berarti “tempat korban persembahan” (dari zavakh, “menyembelih untuk berkorban”). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Mezbah atau altar didefenisikan sebagai tempat untuk mempersembahkan korban.

Dalam kitab Keluaran, kita mengetahui ada 2 (dua) macam mezbah yang harus dibuat oleh Musa berdasarkan perintah Allah di gunung Sinai, yakni mezbah korban bakaran (Kel. 27:1-8) dan mezbah pembakaran ukupan (Kel. 30:1-10). Kedua mezbah tersebut dipakai dalam Kemah Suci (Tabernakel).

Mezbah Dupa Emas terletak didepan tabir (tirai) yang ada didepan tutup pendamaian. (Dalam Ruangan Suci terdapat 3 alat yakni : Mezbah Dupa Emas, Pelita Emas dan Meja Roti Sajian).

Harun = Imam Besar, harus membakar wangi-wangian setiap pagi apabila ia membersihkan lampu-lampu kaki dian emas dan juga pada setiap senja apabila ia menyalakan lampu-lampu itu. Pagi dan senja berarti sehari suntuk ia harus membakar wangi-wangian. Ini merupakan suatu kegiatan yang tetap dihadirat Tuhan. Yang dilarang untuk dibakar diatas mezbah dupa adalah :

  • ukupan yang lain = api asing
  • korban bakaran
  • korban sajian
  • korban curahan


Bahan Pembuat Medzbah Dupa Emas :

Mezbah tempat pembakaran ukupan (dupa); dibuat dari kayu penaga disalut dengan emas murni;

Dibuat dari Kayu Penaga ;

Keluaran 30:1,

"Haruslah kaubuat mezbah, tempat pembakaran ukupan; haruslah kaubuat itu dari kayu penaga;"

Terdjemahan Lama : "Dan lagi hendaklah engkau memperbuatkan pula sebuah medja akan membakar dupa diatasnja: perbuatkanlah dia dari pada kaju penaga."

King James Version : "And thou shalt make an altar to burn incense upon: of shittim wood shalt thou make it."

Bersalut emas murni ;

Keluaran 30:3,

"Haruslah kausalut itu dengan emas murni, bidang atasnya dan bidang-bidang sisinya sekelilingnya, serta tanduk-tanduknya. Haruslah kaubuat bingkai emas sekelilingnya."

Terdjemahan Lama : "Dan salutkanlah dia dengan emas semata-mata sutji, baik papan atasnja baik pagarnja berkeliling dan segala tanduknja, dan perbuatkanlah dia suatu karangan emas kelilingnja."


King James Version : "And thou shalt overlay it with pure gold, the top thereof, and the sides thereof round about, and the horns thereof; and thou shalt make unto it a crown of gold round about."


Bentuk dan Ukuran Medzbah Dupa Emas :

Mezbah Dupa Emas berbentuk empat persegi, dengan 4 buah tanduk yang disalut emas. 4 buah gelang emas pada keempat sudutnya, masing-masing 2 buah pada setiap sisi, tempat memasukkan 2 buah kayu pengusung dari kayu penaga yang disalut emas, pada saat mezbah itu dipikul dan diangkut.

Ukuran mezbah dupa adalah tinggi : 2 hasta; panjang : 1 hasta; lebar : 1 hasta. (1 hasta = 45 cm).


Keluaran 30:2,

"sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, sehingga menjadi empat persegi, tetapi haruslah dua hasta tingginya; tanduk-tanduknya haruslah seiras dengan mezbah itu."

Terdjemahan Lama, " Sehasta akan pandjangnja dan sehasta lebarnja, betul empat persegi, tetapi tingginja dua hasta, dan tanduknja hendak berhubung dengan dia."


King James Version, "A cubit shall be the length thereof, and a cubit the breadth thereof; foursquare shall it be: and two cubits shall be the height thereof: the horns thereof shall be of the same."


Pengertian Rohaninya :

Perkataan "MEZBAH" berasal dari perkataan "ALTARE" yang dalam bahasa Yunani artinya : "tempat perapian yang tinggi." Jadi MEZBAH DUPA artinya tempat yang ditinggikan, dimana dupa itu naik keatas dan dimana Allah dan manusia saling bertemu dan bersekutu.

Membakar Ukupan (Dupa) = kegiatan berdoa/menyembah. Mazmur 141:2; Lukas 1:10; Wahyu 5:8; 8:3-4).

Mezbah dari Kayu Penaga yang Disalut dengan Emas. Sidang Tuhan harus merupakan mezbah dupa yang penuh dengan Roh Elkudus, berarti bahwa doa itu dilaksanakan bukan oleh kemampuan atau kekuatan sendiri, maupun karena kewajiban atau terpaksa, karena doa semacam ini cenderung untuk mengalami atau kematian rohani.

DOA PENYEMBAHAN KITA HARUS DISERTAI PENYERAHAN DIRI SEPENUH DAN DIPIMPIN SEPENUHNYA OLEH ROH ELKUDUS.

"PARAKLETOS" adalah Penolong yang utama dalam doa penyembahan kita (Roma 8:26-27; Zakharia 12:10). Sidang jemaat harus menjadi Mezbah Dupa yang besar terutama di zaman akhir ini (Wahyu 8:3-4).

Mezbah itu Empat Persegi. Ini menunjuk pada keempat penjuru mata angin. Doa harus dilakukan untuk seluruh dunia (Maleakhi 1 :11). Sidang Tuhan tugasnya adalah berdoa untuk semua orang (I Timotius 2:1-4).

Bingkai/Karangan Bungan Emas pada Mezbah. Kesucian dan persekutuan yang mendalam terjadi lewat doa penyembahan.

4 Buah Tanduk yang Disalut dengan Emas. Tanduk berbicara soal kuasa atau kekuatan Ilahi, terutama kuasa keselamatan. (Mazmur 18:3; Habakuk 3:3-4). Kuasa dan kekuatan ini kita peroleh lewat ketekunan doa dan penyembahan yang menghasilkan perobekan tirai/tabir daging kita.

Kedudukan Mezbah Dupa.

Kedudukan mezbah dupa itu dekat dengan tabir-tirai menghadapi Tabut Perjanjian adalah sangat penting didalam ruangan suci.

TABIR/TIRAI = bayangan daripada daging. Ketika Yesus mati, maka robeklah tirai dan bebaslah jalan menuju Tabut Perjanjian = Takhta Allah (Matius 27:50-51; Ibrani 10:19-22).

Referensi dan Gambar :

Alkitab

Ensiklopedi Alkitab Masa Kini

www.gptkk.org

http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=1301#1301

http://1.bp.blogspot.com

Sabtu, 02 April 2011

Tabut Perjanjian


Oleh : Fredrik Dandel, ST.Pengertian :
Tabut Perjanjian (bahasa Ibrani: אָרוֹן הָבְרִית Ārōn Hāb’rīt [pelafalan modern Aron Habrit]; bahasa Arab: تابوت العهد Tābūt Al-ʿahd) adalah merupakan alat atau benda yang terutama dan terpenting didalam Tabernakel yang digambarkan dalam Alkitab (Kel. 25:10-22; dan 37:1-9)berisi Loh-Loh Batu dimana tertulis Sepuluh perintah Allah, Tongkat Harun, dan manna. Tabut Perjanjian juga disebut Tabut Tuhan, Tabut Kesaksian. Diatas Tabut Perjanjian ini Allah berhadirat dan berfirman dan memerintah umatNya. (Keluaran 25:22; Bilangan 7:89).

Bentuk, Ukuran dan Bahan :
Tabut Perjanjian berbentuk peti agak persegi panjang (‘aron) dibuat dari kayu penaga, ukurannya 1,3 x 1 x 1 m. Seluruh tubuh Tabut Perjanjian ditutupi dengan emas.
Untuk mengangkut Tabut Perjanjian digunakan tongkat kayu yang dimasukan ke lobang gelang-gelang pada keempat penjurunya. Tutup Tabut (tutup pendamaian) dibuat dari emas; di kedua ujung tutup pendamaian itu terletak satu kerub. Wajah kedua kerub itu berhadapan dan sayap masing-masing terentang.

Peran Tabut Perjanjian :
Tabut sebagai : (i) tempat menyimpan kedua Loh Hukum/Dasa Titah; buli-buli berisi manna dan tongkat Harun yang bertunas. (ii) sarana pertemuan di dalam tempat kudus dari mana Tuhan menyatakan kehendak-Nya kepada pelayan-Nya (Musa; Harun; Josua). Jadi Tabut Perjanjian melambangkan kehadiran Tuhan yang menuntun umat-Nya.
Tabut dibuat di Sinai oleh Bezaleel menurut pola yang disampaikan kepada Musa (Kel. 25:8 dab). Tabut Perjanjian memainkan peranan penting dalam peristiwa penyeberangan Sungai Yordan, peristiwa jatuhnya Yerikho dan pada upacara mengingat perjanjian di Gunung Ebal.

Dari Gilgal Tabut Perjanjian dipindahkan ke Betel, lalu dibawah ke Silo pada zaman Hakim-hakim, dan disana terus hingga dirampas oleh orang Filistin di medan pertempuran di Eben-Haezer. Kehadiran Tabut Perjanjian di kota-kota Filistin menimbulkan wabah di kota-kota itu, dan keadaan ini terus berlangsung selama 7 bulan. Karena itu orang Filistin mengembalikan Tabut Perjanjian itu ke Kiryat-Yearim, dan di sanalah Tabut Perjanjian itu tinggal selama 20 tahun.

Ditengah perjalanan untuk memindahkan Tabut Perjanjian dari Kiryat-Yearim ke Jerusalem telah membawa kematian terhadap Uza anak Aminadab salah seorang yang mengantarkan kereta yang memuat Tabut Perjanjian, oleh karena ia mengulurkan tangannya kepada Tabut Allah itu, lalu memegangnya karena lembu-lembu itu tergelincir. Murka Tuhan bangkit terhadap dia, sehingga Allah membunuh dia karena keteledorannya itu. Daud menjadi marah, karena Tuhan telah menyambar Uza sedemikian hebatnya; tempat itu disebut orang Peres-Uza. Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada Tuhan, sehingga ia tidak mau memindahkan Tabut Perjanjian itu ke tempatnya di Kota Daud. Daud menyimpanya dan membawanya kerumah Obed-Edom orang Gad. Tiga Bulan lamanya Tabut Perjanjian itu di rumah Obed Edom, dan Tuhan membekati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Ketika diberitahukan kepad Daud bahwa Obed-Edom telah diberkati oleh Tuhan oleh karena Tabut Perjanjian itu, maka Daud pergi dan mengangkat Tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.

Raja Daud menempatkan Tabut Perjanjian di sebuah kemah di Yerusalem dan tidak mau memindahkannya selama pemberontakan Absalom. Dengan upacara kebesaran Raja Salomo menempatkan Tabut Perjanjian di Bait Suci, dan kembali ditempatkan di tempat kudus sesudah pembaharuan yang dilakukan Yosia. Yeremia menubuatkan suatu zaman tanpa Tabut Perjanjian itu. Mungkin Tabut Perjanjian itu hilang waktu Yerusalem dibinasakan oleh orang Babel pada Tahun 587 sM. Dalam Bait Suci Kedua tidak ada Tabut Perjanjian.

Pengertian Rohani :
Tabut Perjanjian menunjuk pada :
  • Tahkta Allah.
  • Hubungan Nikah antara Kristus sebagai Mempelai Pria dengan Jemaat Tuhan sebagai Mempelai Wanita, berdasarkan Kasih.
Mahkota/karangan bunga emas :
Menunjuk pada hubungan persekutuan yang suci dangan Mempelai Pria (Kristus) yang datangnya dari Mempelai Wanita (Sidang).

4 buah gelang emas :
Kasih Allah bagi seantero dunia ini (Yohanes 3:16)

2 buah kayu pengusung :
Dibuat dari kayu penaga dan disalut dengan emas, harus tetap tinggal dalam gelang-gelangnya, tidak boleh dicabut. Kasih Allah merupakan daya penopang dan kekuatan penanggung yang tetap bagi Sidang Mempelai Wanita Tuhan.

Tutup pendamaian dengan kedua kerub diatasnya :
Seluruhnya terbuat dari emas murni. Tutup pendamaian menunjuk Yesus, Anak Allah. Kerub pertama menunjuk Allah Bapa. Kerub kedua menunjuk Allah Roh Elkudus.

Tabut :
Dibuat dari kayu penaga (kemanusiaan/daging) yang disalut luar dan dalamnya dengan emas (=Roh Elkudus, kemuliaan, Kesucian Roh Elkudus). Ini adalah sidang yang sudah mencapai kesempurnaan dan kemuliaannya, sederajad dengan Mempelai Pria, baik lahir maupun batin. (Wahyu 21:9-11).

7 kali percikan darah diatas tutup pendamaian :
Sengsara yang dialami oleh Mempelai Pria bagi sidangNya (Mempelai Wanita).

7 kali percikan darah dimuka peti :
Sengsara sebagai penyucian yang dialami oleh gereja untuk mencapai kesempurnaannya sebagai Mempelai Wanita Tuhan.

Shekina glori atau terang kemuliaan Allah :
Menunjuk pada hadiratNya yang dialami oleh setiap kehidupan yang diperdamaikan.

Sumber :
Alkitab
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini

Kamis, 24 Februari 2011

Tabernakel


Tabernakel (Kemah Suci) yang berarti tempat kudus adalah merupakan tempat tinggal Allah di tengah-tengah bangsa Israel di Padang Gurun. Sebelum Tabernakel didirikan, kita membaca tentang Kemah Pertemuan, yakni suatu tempat perjumpaan sementara dari Allah dengan umat-Nya (Kel. 33:7-11). Sarana Tabernakel dapat dibawah kemana-mana. Sarana itu masih dipakai lama sesudah bangsa Israel masuk di tanah Kanaan. Pada zaman Hakim-hakim tempat kudus itu ada di Silo (Yos. 18:1), pada pemerintahan Saul di Nob (1 Sam 21; Mrk. 2:25,26), dan kemudian hari di Gibeon (1 Taw. 16:39). Akhirnya ditempatkan oleh Salomo di dalam Bait Suci (1 Raj. 8:4).
Alat-alat Tabernakel antara lain adalah : Peti Perjanjian, Meja Roti Sajian, Pelita Emas (Kandil), Mezbah Dupa Emas, Rempah-Rempah Yang Berbau Harum, Tudung Tabernakel, Mezbah Korban Bakaran, Bejana Pembasuhan, Pintu Kemah, Pintu Tirai, Papan-papan Jenang Kayu Lintang, Pakaian Kesucian dari Imam Besar dan Imam-Imam serta peralatan lainnya.
Bahan-bahan yang dipakai untuk membuat Tabernakel dicatat dalam Kel. 25:3-7; 35:5-9.
Bahwa Tabernakel dibangun demi tujuan Allah, berarti Tabernakel mempunyai nilai perlambangan. Lambang-lambang itu merupakan lambang rohani yang diungkapkan kepada kita.
Tabernakel dalam bahasa Ibrani disebut "MISHKAN", dalam bahasa Yunani disebut "SKENE"
Pengertian daripada TABERNAKEL = "TEMPAT KEDIAMAN"
Wahyu 21 : 2 – 3 ; MEMPELAI WANITA TUHAN adalah TABERNAKEL ALLAH, yakni : TEMPAT KEDIAMAN ALLAH DITENGAH-TENGAH MANUSIA.
Yohanes 1 : 14 ; YESUS = FIRMAN yang menjadi daging adalah juga TABERNAKEL, yang BER-TABERNAKEL diantara kita.
Ibrani 8 : 1 – 5 ; TABERNAKEL YANG SEJATI ada didalam SORGA, dimana Imam Besarnya adalah TUHAN YESUS KRISTUS sendiri yang duduk disebelah kanan Takhta Yang Mahabesar di Sorga.
Musa harus membangun Tabernakel menurut contoh dan model yang diperlihatkan Allah padanya di atas gunung. Allah memperlihatkan padanya Tabernakel sejati yang ada di Sorga.
KESIMPULANNYA
TABERNAKEL adalah gambaran/bayangan dari KERAJAAN SORGA, TEMPAT KEDIAMAN ALLAH; atau Pengertian rohani daripada TABERNAKEL adalah KERAJAAN SORGA.



Sumber :
GPT Kristus Kasih Malang.org
SarapanPagi Biblika.com
Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, Jilid I, Cetakan Ketujuh Juli 2002