![]() | |||||
Lepute di Kampung Talawid, Kec. Sibarsel. |
Istilah ini tidak ditemukan dalam Bahasa Indonesia. KBBI hanya
mengenal tembok atau pagar, tapi lepute sebenarnya bukanlah itu.
Masyarakat
di Jazirah Pulau Siau (mungkin tidak semua) dari jaman dahulu sampai
sekarang ini, sering memanfaatkan lepute ini sebagai sarana tempat
berkumpul di pagi maupun sore atau malam hari. Berbagai informasi baik
yang positif maupun negatif didiskusikan di lepute ini.
![]() |
Lepute (lingkaran hitam) di perempatan jalan Talawid |
Jaman dulu orang2 tertentu sering memanfaatkan lepute untuk menyebarkan informasi negatif lewat surat buta atau surat kaleng. Pengirim surat yang tidak dikenal ini akan menaruh surat tersebut di atas ataupun disekitar lepute dengan maksud segera ditemukan oleh masyarakat untuk kemudian membaca dan menyebarkan informasi tersebut.
Lepute
sering dikonotasikan negatif oleh orang2 yang menganggap ilmu atau
wawasannya lebih tinggi untuk merendahkan lawan diskusinya. Misalnya : "Kauku ketang onase lepute" = Kamu hanyalah sampah Lepute. Namuin tak dapat dipungkiri bahwa dari diskusi lepute ini, telah banyak melahirkan orang-orang sukses dan punya nama besar dari Siau dengan tingkat kecerdasan yang mumpuni.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar