Sabtu, 20 Juli 2024

BERKARYA DENGAN BIJAKSANA

Oleh : Pdm. Fredrik Dandel, ST, STh, MAg. 

Efesus 2:10

"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."

Ayat ini menggarisbawahi bahwa kita sebagai orang percaya diciptakan oleh Allah untuk melakukan pekerjaan baik. Hal ini menekankan bahwa pekerjaan atau berkarya bukan hanya sekadar aktivitas sehari-hari, tetapi merupakan bagian dari rencana Allah dalam hidup kita. Melalui bacaan Firman Tuhan ini, kita dapat memahami tugas panggilan dan tujuan kita sebagai orang percaya dalam melakukan pekerjaan yang menghormati Allah dan bermanfaat bagi sesama.

1. Panggilan untuk Berkarya

Pertama-tama, Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk berkarya. Dalam Kitab Kejadian 2:15, Allah menempatkan manusia di Taman Eden untuk mengurusnya dan memeliharanya. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan adalah bagian dari rancangan Allah untuk kita. Saat kita berkarya, kita berpartisipasi dalam menciptakan dan memelihara keindahan yang diciptakan Allah.

2. Maksud Berkarya

Berkarya memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar mencari nafkah. Dalam Efesus 2:10, kita diajak untuk mengerti bahwa kita diciptakan di dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang Allah telah sediakan sebelumnya untuk kita berjalan di dalamnya. Berkarya dengan maksud ini memungkinkan kita untuk melayani Allah dan masyarakat, serta menjadi saluran berkat bagi orang lain.

3. Kecerdasan dalam Berkarya

Namun demikian, Alkitab juga mengajarkan pentingnya berkarya dengan kecerdasan dan bijaksana. Dalam Amsal 10:4, kita diajar bahwa tangan yang malas membuat orang miskin, tetapi tangan yang rajin membuat kaya. Kita dipanggil untuk mengelola waktu, bakat, dan sumber daya yang Allah berikan kepada kita dengan penuh tanggung jawab dan kebijaksanaan.

4. Karya sebagai Ibadah

Berkarya juga dapat dianggap sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Dalam Kolose 3:23-24, kita ditegaskan bahwa apapun yang kita lakukan, baik dalam perkataan maupun perbuatan, kita harus melakukannya dari hati, seolah-olah kita melayani  Tuhan dan bukan manusia. Inilah esensi dari menjadikan pekerjaan kita sebagai sebuah pengabdian yang kudus kepada Allah.

5. Menghadapi Tantangan

Terakhir, berkarya tidak selalu mudah. Kehidupan ini penuh dengan tantangan dan rintangan. Namun, dalam Filipi 4:13, kita dijanjikan bahwa segala sesuatu dapat kita lakukan di dalam Kristus yang memberi kita kekuatan. Ketika kita bertekun dalam iman dan mengandalkan Allah dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam pekerjaan kita, kita akan melihat keajaiban dan keberhasilan yang datang dari tangan-Nya.

Penutup

Saudara-saudara, mari kita bersama-sama menanggapi panggilan Allah untuk berkarya dengan bijaksana, mengelola bakat dan sumber daya yang diberikan-Nya kepada kita, dan mengarahkannya untuk kemuliaan-Nya. Marilah kita berdoa agar Allah memberkati setiap usaha kita dan memperluas jangkauan pengaruh kita untuk Kerajaan-Nya. Terima kasih, semoga Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar